Mongolia Larang Anak Naik Sepeda Listrik, Kecelakaan Ringan Melonjak 5 Kali Lipat

Author: Cung Media

Mongolia mengambil langkah tegas dengan melarang anak di bawah 18 tahun mengendarai sepeda listrik, skuter listrik, moped, motor listrik off-road, dan kendaraan listrik ringan sejenis. Aturan ini mulai berlaku Rabu (1/7) lewat amendemen Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Jalan.

Kebijakan itu muncul setelah angka kecelakaan kendaraan listrik ringan melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. Pemerintah menilai pembatasan usia perlu diterapkan untuk menekan risiko di jalan dan memperkuat perlindungan bagi pengguna muda.

Risiko Tak Lagi Hanya Dibebankan ke Pengendara

Aturan baru ini tidak berhenti pada larangan untuk anak di bawah umur. Jika terjadi pelanggaran, tanggung jawab hukum juga bisa dikenakan kepada orang tua atau wali sah.

Selain itu, perusahaan maupun individu yang menyediakan atau menyewakan kendaraan tersebut juga dapat dimintai pertanggungjawaban. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya diarahkan ke pengguna, tetapi juga ke rantai penyediaan kendaraan listrik ringan.

Langkah ini mencakup moped, skuter listrik, sepeda listrik, motor listrik off-road, dan kendaraan listrik ringan lain yang sejenis. Jenis kendaraan tersebut kini semakin umum dipakai di Mongolia, sehingga pengawasan keselamatan dinilai perlu dibuat lebih ketat.

Kecelakaan Naik Tajam, Cedera Ikut Membesar

Kementerian Jalan dan Transportasi Mongolia mencatat kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik ringan naik empat hingga lima kali lipat dalam dua tahun terakhir. Lonjakan itu menjadi alasan utama pemerintah memperketat aturan usia.

Sepanjang 2024, tercatat 532 kecelakaan lalu lintas yang melibatkan skuter listrik, moped, sepeda listrik, dan motor listrik off-road di seluruh Mongolia. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Masalah keselamatan juga terlihat dari kebiasaan dasar saat berkendara. Otoritas setempat menyebut sekitar 95 persen kecelakaan terjadi karena pengendara tidak memakai helm atau perlengkapan keselamatan lain.

Data Medis Memperkuat Alarm Keselamatan

Pusat Traumatologi dan Ortopedi Nasional Mongolia mencatat 754 kasus cedera terkait moped, skuter listrik, sepeda listrik, dan motor listrik off-road selama lima bulan pertama tahun ini. Jumlah itu bahkan sudah melampaui total kecelakaan yang tercatat sepanjang 2024, meski kategori datanya berbeda.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan kendaraan listrik ringan sudah menjadi isu kesehatan publik, bukan sekadar persoalan lalu lintas. Pemerintah melihat pembatasan usia sebagai salah satu cara untuk mengurangi korban baru sejak awal.

Data Keselamatan Kendaraan Listrik Ringan di Mongolia Angka Keterangan
Kenaikan kecelakaan dalam 2 tahun 4 hingga 5 kali lipat Versi Kementerian Jalan dan Transportasi
Kecelakaan sepanjang 2024 532 kasus Melibatkan skuter listrik, moped, sepeda listrik, dan motor listrik off-road
Korban meninggal sepanjang 2024 3 orang Data kecelakaan lalu lintas
Kasus cedera lima bulan pertama tahun ini 754 kasus Data Pusat Traumatologi dan Ortopedi Nasional Mongolia
Penyebab sekitar kecelakaan 95 persen Tidak memakai helm atau perlengkapan keselamatan lain

Fokus Baru pada Anak dan Remaja

Anak dan remaja menjadi kelompok yang paling disorot karena dianggap membutuhkan perlindungan lebih besar di jalan. Dengan kendaraan yang mudah diakses dan makin populer, pemerintah menilai risiko penggunaan tanpa disiplin keselamatan ikut meningkat.

Pendekatan ini juga mengubah cara regulator melihat tanggung jawab keselamatan. Beban pengawasan kini dibagi kepada keluarga dan pihak penyedia kendaraan, bukan hanya kepada pengendara.

Bagi perusahaan penyewaan maupun individu yang meminjamkan kendaraan, aturan baru ini menjadi peringatan bahwa akses terhadap kendaraan listrik ringan akan diawasi lebih ketat. Sementara itu, orang tua dan wali sah memikul kewajiban tambahan untuk memastikan anak di bawah 18 tahun tidak mengoperasikan kendaraan tersebut.

Dengan amendemen ini, Mongolia menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam pengelolaan kendaraan listrik ringan di jalan raya. Di tengah lonjakan kecelakaan dan ratusan kasus cedera, pembatasan usia dipakai sebagai instrumen langsung untuk menekan risiko.

Terbaru