Mojang Priangan Dan Akademi Persib Juara, Duel Ketat Bandung Berakhir Dengan Tiket Ke Kudus

Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung menutup Hydroplus Soccer League Bandung dengan hasil yang sama-sama tegas. Dua tim putri asal Bandung itu keluar sebagai juara di kategori U-15 dan U-18, lalu langsung mengamankan tiket ke panggung All-Stars di Kudus.

Kepastian gelar itu lahir setelah keduanya tampil meyakinkan pada laga pekan terakhir di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5). Hasil tersebut juga menegaskan dominasi Bandung di dua kelompok usia utama kompetisi ini.

Mojang Priangan unggul lewat produktivitas gol

Di kategori U-15, Mojang Priangan mengakhiri kompetisi dengan kemenangan 4-0 atas Setia Srikandi. Nayla Aulianti membuka jalan lewat dua gol cepat pada menit kedua dan menit ke-18.

Setelah itu, Ranna Dzakira Silva menambah keunggulan melalui eksekusi penalti. Fathin Rafifa Rabbani kemudian melengkapi pesta gol Mojang Priangan dan memastikan kemenangan telak di laga terakhir.

Tambahan tiga poin membuat Mojang Priangan mengoleksi 46 poin dan tetap berada di puncak klasemen. Mereka bertahan di posisi teratas meski Goal Aksis juga memenangi laga terakhir, karena unggul produktivitas gol.

Catatan gol Mojang Priangan mencapai 91 gol, jauh di atas 55 gol milik pesaing terdekatnya. Tim asuhan Imam Sujagad pun menutup musim dengan keunggulan yang lahir dari konsistensi serangan sepanjang kompetisi.

Imam menilai timnya harus menjaga fokus hingga pekan penentuan agar gelar tidak berpindah tangan. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan agresivitas menyerang saat persaingan poin berada dalam situasi ketat.

Kapten tim, Nayla Aulianti, menyebut gelar itu lahir dari latihan keras yang selama ini dijalani. Ia juga menyampaikan target untuk kembali meraih juara pada kesempatan berikutnya.

Akademi Persib membalikkan keadaan di U-18

Di kategori U-18, Akademi Persib Bandung memastikan gelar setelah menaklukkan Goal Aksis 3-1. Tim ini sempat tertinggal lebih dulu, tetapi mampu bangkit dengan permainan yang lebih efektif pada babak kedua.

Keyra Az-zahra menyamakan skor pada menit ke-43. Setelah itu, Dwi Aprilia Harahap membawa Akademi Persib berbalik unggul pada menit ke-65 sebelum Fatima Isya Daud mengunci kemenangan tiga menit berselang.

Kebangkitan di babak kedua menjadi faktor penting dalam keberhasilan Akademi Persib mengamankan posisi juara. Mereka menunjukkan kemampuan menjaga ritme permainan setelah sempat berada di bawah tekanan.

Pelatih Akademi Persib U-18, Dian Nadia Mutiara, menilai timnya masih perlu memperbaiki fokus pada awal pertandingan. Ia menekankan pentingnya kesiapan sejak menit pertama agar intensitas permainan tidak turun di fase awal laga.

Hadiah juara dan panggung berikutnya di Kudus

Selain trofi, Mojang Priangan dan Akademi Persib masing-masing berhak atas uang pembinaan Rp40 juta. Kedua tim juga memastikan tiket ke Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026.

Ajang itu akan mempertemukan juara dan runner-up kategori U-15 serta U-18 dari Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Kudus. Bagi para pemain muda, panggung tersebut membuka kesempatan untuk menunjukkan kualitas di level yang lebih tinggi.

Kompetisi ini juga menjadi ruang evaluasi yang lebih luas bagi pengembangan bakat sepak bola putri dari berbagai daerah. Keberhasilan dua tim Bandung menegaskan bahwa pembinaan usia muda masih punya ruang besar untuk terus berkembang.

Pantauan timnas dan arti kompetisi bagi sepak bola putri

Pekan terakhir Hydroplus Soccer League Bandung ikut dipantau langsung pelatih timnas putri Indonesia, Satoru Mochizuki. Ia melihat banyak pemain muda potensial yang bisa dipantau untuk kebutuhan tim nasional di masa depan.

Satoru menyebut kehadiran Hydroplus Soccer League sangat membantu perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Menurut dia, kompetisi seperti ini memberi ruang penting bagi pembinaan dan pemantauan talenta muda secara berkelanjutan.

Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri, juga memberi apresiasi atas perkembangan kompetisi sepak bola putri di Tanah Air. Ia menilai liga usia muda seperti ini menunjukkan kemajuan yang jauh lebih baik dibanding masa ketika dirinya masih bermain di kelompok umur 15 dan 18 tahun.

Dengan gelar di Bandung, Mojang Priangan dan Akademi Persib tidak hanya membawa pulang trofi. Keduanya juga akan melangkah ke Kudus sambil menjaga sorotan terhadap tumbuhnya pesepak bola putri muda Indonesia.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button