Modric Tembus Laga Ke-200, Kroasia Masih Harus Berjuang untuk Lolos

Kroasia menang tipis 1-0 atas Panama, tetapi hasil itu belum langsung mengamankan tiket ke babak gugur. Laga di Philadelphia justru menambah ketegangan di Grup L, karena nasib tim asuhan Zlatko Dalić masih harus ditentukan pada pertandingan terakhir.

Momen paling menonjol malam itu datang dari Luka Modric. Gelandang berusia 40 tahun tersebut mencatat penampilan internasional ke-200 bersama Kroasia, sebuah angka yang mempertegas perannya sebagai pusat permainan sekaligus simbol ketahanan tim.

Gol tunggal yang membuka jalan

Kroasia baru memecah kebuntuan pada menit ke-54 melalui Ante Budimir. Gol itu lahir dari umpan silang melengkung Josip Stanišić dari sisi kanan, lalu Budimir menyambarnya ke gawang yang sudah terbuka.

Keputusan Zlatko Dalić memasukkan tambahan penyerang di babak kedua langsung berbuah hasil empat menit kemudian. Meski begitu, sang pelatih mengakui laga berjalan jauh lebih sulit dari yang diperkirakan.

“Pertandingan ini sangat sulit dan sejujurnya saya tidak menyangka akan sesulit ini,” kata Dalić. Ia juga menilai Kroasia sempat tidak bereaksi dengan baik karena tekanan kebutuhan tiga poin.

Panama membuat Kroasia bekerja keras

Panama memberi perlawanan yang membuat Kroasia tidak nyaman sepanjang pertandingan. Dalić menyebut lawannya tampil dengan kualitas yang mengejutkan dan mampu menjaga intensitas hingga akhir laga.

Peluang terbaik Panama datang pada menit ke-67 ketika Cristian Martínez menjaga bola tetap hidup di area sudut lapangan. Dari situ, timnya melepaskan tiga tembakan beruntun, tetapi Dominik Livaković menjawabnya dengan tiga penyelamatan beruntun.

Martínez menilai timnya seharusnya bisa memanfaatkan momen dominasi itu. “Ini jenis pertandingan yang membuat Anda merasa mendominasi dan bisa mencetak gol,” ujarnya.

Laga ke-200 Modric terasa semakin spesial

Pencapaian Modric memberi bobot emosional tambahan bagi kemenangan Kroasia. Meski sudah berusia 40 tahun, ia tetap menjadi sosok penting dalam alur serangan dan pengatur ritme permainan.

Tak lama setelah gol Budimir, Modric mengirim umpan matang kepada Marco Pašalić yang lolos sendirian. Namun, peluang itu digagalkan kiper Panama Orlando Mosquera sehingga Kroasia gagal memperbesar keunggulan.

Rekan-rekan setimnya memberi penghormatan khusus seusai laga. Mereka mengenakan kaus hitam bergambar Modric dengan angka “200” berwarna emas, sementara dua angka nolnya dibuat menyerupai simbol tak terhingga.

Bek Kroasia Marin Pongračić menyebut pengaruh sang kapten sangat besar di ruang ganti maupun di lapangan. “Semua orang tahu apa arti dirinya bagi kami,” kata Pongračić, yang juga menyebut Modric sebagai kapten, pemimpin, dan legenda terbesar sepak bola Kroasia.

Grup L belum selesai

Hasil ini membuat persaingan di Grup L tetap terbuka. Inggris dan Gana sama-sama mengoleksi empat poin, sedangkan Kroasia berada di bawahnya dengan tiga poin.

Laga terakhir akan menjadi penentu bagi semua tim yang masih bersaing. Inggris menghadapi Panama di East Rutherford, New Jersey, sementara Kroasia bertemu Gana di Philadelphia dengan kebutuhan meraih hasil positif untuk menjaga asa ke fase berikutnya.

Source: www.beritasatu.com

Terkait