Modal Di Bawah Rp5 Juta Jangan Menyerah, 10 Franchise Makanan Ini Bisa Balik Modal 1-2 Bulan

Franchise makanan kecil dengan modal di bawah Rp5 juta masih menjadi pilihan yang dilirik banyak calon pelaku usaha. Model ini dianggap praktis karena bahan, sistem operasional, dan panduan usaha biasanya sudah disiapkan sejak awal.

Di tengah kebutuhan usaha bermodal terbatas yang terus meningkat, makanan siap saji skala kecil tetap punya pasar karena harganya terjangkau dan mudah dijangkau konsumen. Liputan6 mencatat, kemitraan seperti ini juga membantu pemula memulai usaha tanpa harus membangun merek dari nol.

Kenapa franchise kecil cukup menjanjikan

Keunggulan utama franchise makanan kecil terletak pada proses memulai yang lebih sederhana. Pelaku usaha tinggal menyiapkan lokasi, perlengkapan dasar, lalu mengikuti alur jualan yang sudah disediakan pihak franchise.

Model ini juga memudahkan pemilik usaha untuk memetakan risiko operasional sejak awal. Karena sistemnya sudah terbentuk, pemula bisa lebih cepat menyesuaikan diri dengan ritme penjualan harian dan fokus pada pelayanan.

10 franchise makanan kecil yang bisa dipertimbangkan

  1. Minuman teh kekinian
    Usaha ini memakai bahan yang mudah didapat dan proses raciknya sederhana. Paket franchise biasanya berisi bubuk teh, gelas, dan panduan penyajian, dengan harga jual Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas.

Jika terjual 50 gelas per hari, omzet harian berkisar Rp250.000 sampai Rp400.000. Dengan biaya produksi sekitar 50 persen, laba bersihnya bisa berada di kisaran Rp125.000 hingga Rp200.000 per hari.

  1. Seblak instan
    Seblak cocok untuk usaha kecil karena bahan mudah disimpan dan penyajiannya cepat. Paket franchise umumnya mencakup kerupuk, bumbu, serta perlengkapan dasar untuk meracik menu.

Harga jualnya Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Bila laku 30 porsi per hari, omzet bisa mencapai Rp300.000 sampai Rp450.000 dengan laba bersih sekitar Rp120.000 hingga Rp180.000.

  1. Sosis bakar
    Usaha ini bisa dijalankan dengan alat sederhana dan proses yang mudah. Paket franchise biasanya menyediakan sosis, saus, dan alat pemanggang agar operasional lebih praktis.

Harga jual per tusuk berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000. Dengan penjualan 80 tusuk per hari, omzet harian dapat mencapai Rp400.000 sampai Rp560.000 dan keuntungan bersih Rp200.000 sampai Rp280.000.

  1. Pentol kuah
    Pentol kuah memakai bahan sederhana dan cara masak yang tidak rumit. Dalam paket franchise, biasanya sudah tersedia adonan dan bumbu kuah untuk memudahkan penjualan.

Produk ini dijual Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi. Jika terjual 40 porsi per hari, omzetnya sekitar Rp200.000 sampai Rp400.000 dengan laba bersih Rp100.000 sampai Rp200.000.

  1. Roti bakar
    Roti bakar menjadi menu yang cepat dibuat dan bahan bakunya relatif mudah ditemukan. Paket franchise umumnya berisi roti, topping, dan alat panggang.

Harga jualnya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Dengan penjualan 25 porsi per hari, omzet harian bisa mencapai Rp250.000 sampai Rp375.000 dan laba bersih Rp100.000 sampai Rp150.000.

  1. Tahu crispy
    Tahu crispy menarik karena bahan tersedia luas dan proses pengolahannya sederhana. Franchise biasanya menyediakan tepung bumbu serta panduan pengolahan agar hasil lebih konsisten.

Harga jualnya sekitar Rp5.000 per kemasan. Jika terjual 70 kemasan per hari, omzet bisa mencapai Rp350.000 dengan laba bersih sekitar Rp175.000.

  1. Cireng isi
    Cireng isi bisa dijalankan dengan bahan yang mudah disimpan dan proses jual yang singkat. Paket franchise umumnya sudah menyediakan adonan dan isian, sehingga pelaku usaha tinggal menggoreng dan menjual.

Harga jualnya Rp2.000 hingga Rp3.000 per buah. Dengan penjualan 100 buah per hari, omzet harian berada di kisaran Rp200.000 sampai Rp300.000 dan laba bersih Rp100.000 hingga Rp150.000.

  1. Bakso bakar
    Produk ini dikenal praktis karena bahan biasanya sudah tersedia dalam paket franchise. Penjual hanya perlu memanggang lalu menambahkan bumbu sesuai standar penyajian.

Harga jualnya sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per tusuk. Jika laku 150 tusuk per hari, omzet harian bisa mencapai Rp225.000 sampai Rp300.000 dengan laba bersih sekitar Rp110.000 hingga Rp150.000.

  1. Donat mini
    Donat mini dapat dijalankan dengan peralatan dasar dan proses yang relatif sederhana. Paket franchise lazimnya menyediakan adonan dan topping untuk memudahkan produksi.

Harga jual per buah berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000. Bila terjual 150 buah per hari, omzet harian dapat mencapai Rp150.000 sampai Rp300.000 dengan potensi laba bersih Rp75.000 hingga Rp150.000.

  1. Es cokelat
    Es cokelat memiliki proses racik yang sederhana dan bahan yang mudah didapat. Paket franchise biasanya berisi bubuk cokelat, gelas, dan panduan penyajian.

Harga jualnya sama seperti minuman teh kekinian, yakni Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas. Jika terjual 50 gelas per hari, omzet harian dapat mencapai Rp250.000 sampai Rp400.000 dengan laba bersih sekitar Rp125.000 hingga Rp200.000.

Faktor yang menentukan cepat atau lambat balik modal

Liputan6 menekankan lokasi penjualan, konsistensi produk, dan pelayanan sebagai faktor utama keberhasilan usaha makanan kecil. Tiga hal itu berpengaruh langsung pada volume penjualan harian dan kecepatan pengembalian modal.

Usaha franchise makanan kecil juga tidak selalu menuntut pengalaman sebelumnya. Karena sistem operasional sudah disiapkan oleh pihak franchise, pemula bisa lebih mudah mengikuti alur usaha dan menyesuaikan diri dengan permintaan pasar harian.

Baca Juga

Back to top button