Modal Asing Masuk ke Film Indonesia, Cerita Lokal Ternyata Jadi Kunci

Author: Cung Media

Ketertarikan investor luar negeri terhadap film Indonesia kini datang dengan angka yang tidak kecil. Show Token, platform hiburan berbasis blockchain, menyiapkan komitmen investasi senilai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk proyek film di Indonesia.

Yang membuat langkah ini menonjol adalah alasan di baliknya: keragaman cerita Indonesia dan pasar penonton domestik yang besar. Show Token menilai kombinasi populasi besar, dominasi anak muda, dan narasi lokal yang kuat bisa menjadi modal penting agar sinema Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Cerita lokal dipandang punya nilai ekonomi besar

CEO SHOW Token, Akshay Melwani, menyebut Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa. Namun, menurut dia, banyak karya masih berhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global.

Ia mengatakan platform ini ingin membangun ekosistem digital agar karya anak bangsa bisa langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi dunia tanpa perantara. Dengan pendekatan itu, cerita lokal tidak hanya diposisikan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai aset yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Target pendanaan untuk lebih dari 30 judul

Komitmen investasi tersebut diarahkan untuk mendorong industri ekonomi kreatif dan memodernisasi ekosistem hiburan di Asia Tenggara. Show Token menargetkan pendanaan produksi untuk lebih dari 30 judul film horor dan drama sepanjang tahun ini.

Joshua Khubani selaku COO SHOW mengatakan target itu bukan semata soal pertumbuhan angka. Ia menilai Indonesia adalah episentrum talenta yang membutuhkan likuiditas dan sistem distribusi yang lebih efisien.

Perusahaan ini juga membuka peluang untuk mendanai film independen selama memiliki cerita yang kuat. Proses pemilihan proyek disebut dilakukan oleh tim internal dan dijalankan secara transparan sejak awal sebagai co produser.

Kolaborasi dengan rumah produksi lokal

Sebelum memperluas langkah di Indonesia, Show Token lebih dulu mengumumkan kemitraan strategis dengan rumah produksi lokal seperti MVP dan A&Z Films. Dari kerja sama itu, empat film perdana mendapat dukungan, yaitu Cerita Lila dan Sihir Tanah Kubur dari MVP, serta Pemikat Jiwa dan Munafik dari A&Z Films.

Akshay menyebut debut mereka sebagai executive producer bersama MVP Pictures lewat film horor Cerita Lila berjalan positif. Film itu disebut meraih 500 ribu penonton di pekan pertama penayangannya, lalu akan dilanjutkan dengan Sihir Tanah Kubur pada bulan Juli mendatang.

Keberhasilan awal tersebut membuat SHOW semakin yakin pada kekuatan cerita film Indonesia. Dukungan berikutnya juga diarahkan ke sejumlah judul unggulan seperti Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

Ekosistem baru untuk sineas dan animator

Masuknya investor asing dengan pendekatan berbasis teknologi memberi sinyal bahwa daya tarik film Indonesia kini melampaui pasar domestik. Fokus mereka pada horor, drama, animasi, hingga konten berbasis AI menunjukkan bahwa cerita lokal bisa dikembangkan lebih luas jika didukung modal dan distribusi yang lebih modern.

SHOW juga menilai investasi ini dapat membantu menciptakan masa depan sinema Indonesia yang lebih sehat bagi penulis, sutradara, hingga animator. Dengan pendanaan yang disebut transparan dan terbuka untuk berbagai skala produksi, industri film lokal berpeluang mendapat ruang lebih besar untuk menampilkan keragaman cerita yang selama ini menjadi kekuatannya.

Source: www.medcom.id
Terbaru