Harga mobil baru yang terus naik membuat mobil bekas kembali jadi buruan, terutama bagi pembeli dengan dana terbatas. Di kisaran Rp35 jutaan, masih ada beberapa model lawas yang dianggap layak dipinang asalkan kondisi unitnya benar-benar diperiksa.
Pasarnya memang didominasi mobil produksi akhir 1990-an sampai awal 2000-an. Namun, bagi banyak pembeli, usia bukan penghalang selama kendaraan masih fungsional, biaya perawatan masuk akal, dan kebutuhan harian tetap bisa dipenuhi.
Empat model yang paling sering dilirik
| Model | Kisaran Harga | Keterangan Singkat |
|---|---|---|
| Suzuki Escudo | Mulai Rp35 juta | Model tahun awal 2000-an, diminati karena posisi duduk lebih tinggi dan karakter SUV lawas |
| Suzuki Karimun Kotak | Kisaran Rp30 jutaan | Generasi pertama 1999, dicari karena irit bahan bakar dan mudah dirawat |
| Daihatsu Feroza | Mulai Rp45 jutaan | Diposisikan sebagai SUV lawas dengan mesin bensin 1.6 liter dan kemampuan di berbagai medan |
| Hyundai Atoz | Rp30 juta-Rp70 jutaan | City car awal 2000-an dengan harga yang sangat bergantung pada tahun, kondisi, dan lokasi |
Suzuki Escudo menjadi salah satu nama yang masih masuk radar karena banderolnya bisa dimulai dari Rp35 juta untuk model tahun awal 2000-an. Mobil ini banyak dilihat sebagai pilihan untuk pembeli yang menginginkan SUV lama dengan tampilan lebih tinggi dari mobil penumpang biasa.
Suzuki Karimun Kotak generasi pertama produksi 1999 juga masih bertahan di pasar bekas murah. Pedagang menyebut mobil ini bisa berada di kisaran Rp30 jutaan dalam kondisi standar, dan daya tarik utamanya tetap pada efisiensi bahan bakar serta perawatan yang sederhana.
Daihatsu Feroza menawarkan karakter berbeda karena berangkat dari SUV lawas dengan mesin bensin 1.6 liter dan tenaga sekitar 94 sampai 95 HP. Model ini juga dikenal sebagai alternatif dari Daihatsu Taft, dengan sistem penggerak 4×4 dan kemampuan off-road yang membuatnya tetap relevan di medan perkotaan maupun pedesaan.
Hyundai Atoz berada di rentang harga yang lebih lebar, yakni Rp30 juta sampai Rp70 jutaan. Variasi harga itu menunjukkan bahwa faktor tahun produksi, kondisi kendaraan, dan lokasi penjualan sangat memengaruhi nilai jualnya.
Kenapa masih dicari meski usianya tua
Di tengah tekanan harga mobil baru, banyak pembeli mencari kendaraan yang lebih realistis untuk dipakai harian. Selama mobil masih layak jalan dan biaya kepemilikannya bisa dijaga, unit lawas tetap punya tempat di pasar.
Karimun Kotak, misalnya, tetap menarik karena hemat bahan bakar. Bagi pembeli yang membutuhkan mobil murah untuk mobilitas rutin, faktor itu sering lebih penting daripada tampilan atau usia kendaraan.
Kemudahan perawatan juga jadi alasan utama mengapa mobil-mobil lawas ini tidak kehilangan peminat. Konstruksi yang lebih sederhana membuat sebagian konsumen merasa lebih mudah menangani kebutuhan servis dan perbaikannya.
Harga murah tetap harus dibaca cermat
Banderol Rp35 jutaan tidak bisa dipukul rata untuk semua unit, karena tahun produksi, tipe, dan kondisi mobil sangat menentukan. Mobil produksi 2004 hingga 2006 umumnya dibanderol lebih tinggi dibanding model 2000 sampai 2002.
Selisih harga juga bisa muncul dari kondisi bodi, kelengkapan, standar kendaraan, dan lokasi penjualan. Karena itu, pembeli perlu menempatkan angka murah sebagai titik awal pencarian, bukan patokan tunggal untuk semua mobil bekas yang terlihat serupa.
Pasar mobil bekas menunjukkan bahwa kendaraan lama masih punya penikmat, terutama ketika harga mobil baru makin jauh dari jangkauan. Dalam kondisi seperti ini, Suzuki Escudo, Suzuki Karimun Kotak, Daihatsu Feroza, dan Hyundai Atoz masih menjadi opsi yang masuk akal bagi pembeli yang mengejar fungsi dan anggaran.
