Mitsubishi XFORCE Hybrid Terasa Seperti EV, Suspensi Baru Bikin Lebih Mantap

Mitsubishi XFORCE Hybrid membawa perubahan yang tidak berhenti pada tambahan sistem elektrifikasi. SUV kompak ini menawarkan karakter berkendara yang lebih senyap, dengan motor listrik mengambil peran lebih besar saat mobil bergerak di kecepatan rendah hingga menengah.

Kesan tersebut membuat XFORCE Hybrid terasa lebih dekat dengan mobil listrik dibandingkan hybrid yang masih terus mengandalkan mesin bensin. Mesin konvensional tidak selalu terdengar ketika mobil mulai melaju, sehingga suasana kabin terasa lebih tenang.

Motor Listrik Mengambil Peran Lebih Dominan

Sistem hybrid generasi kedua Mitsubishi dirancang agar motor listrik lebih sering menjadi penggerak utama ketika kendaraan mulai berjalan. Mesin bensin bekerja untuk mengisi baterai atau ketika pengemudi membutuhkan tenaga yang lebih besar.

Peralihan antara motor listrik dan mesin bensin berlangsung halus dari balik kemudi. Saat pedal akselerator ditekan perlahan, laju mobil tetap terasa mulus tanpa suara mesin yang terlalu menonjol.

Karakter ini menjadi pembeda penting dibandingkan XFORCE bermesin bensin. Elektrifikasi pada model hybrid bukan hanya memberi tambahan pilihan penggerak, tetapi juga mengubah sensasi berkendara menjadi lebih hening.

Suspensi Direvisi untuk Menjaga Stabilitas

Mitsubishi turut melakukan penyetelan ulang pada sektor kaki-kaki untuk menyesuaikan karakter baru kendaraan. Damper mendapat revisi dengan perhatian pada fase rebound agar kemampuan redamnya terasa lebih baik.

Pusat gravitasi XFORCE Hybrid juga dibuat lebih rendah demi meningkatkan stabilitas saat bermanuver. Mobil dirancang tetap mantap ketika berpindah arah tanpa mengorbankan kemampuan suspensi meredam permukaan jalan.

Dalam pengujian yang dilaporkan oto.detik.com di Mitsubishi Motors Training Center, Cibitung, Jawa Barat, perubahan itu terasa ketika mobil melaju dan diajak bermanuver. XFORCE Hybrid tetap memberikan rasa percaya diri saat kecepatan meningkat.

SituasiKondisi LintasanRespons Kendaraan
TanjakanKemiringan sekitar 33 persenTorsi instan motor listrik membantu mobil menanjak tanpa kesulitan.
TurunanKemiringan hingga 55 persenMode B meningkatkan deselerasi untuk membantu mengontrol laju.

Torsi Instan Membantu di Medan Menanjak

Kemampuan sistem penggerak XFORCE Hybrid diuji pada tanjakan dengan kemiringan sekitar 33 persen. Mobil dapat melaju percaya diri tanpa pengemudi perlu menekan pedal gas terlalu dalam.

Torsi instan dari motor listrik menjadi unsur penting saat mobil membutuhkan dorongan awal di jalan menanjak. Respons tersebut membantu kendaraan tetap bergerak stabil ketika menghadapi permukaan dengan kemiringan tinggi.

Pada turunan hingga 55 persen, pengemudi dapat memakai mode B untuk memperbesar efek deselerasi. Fitur ini membantu laju kendaraan lebih mudah dikendalikan tanpa terlalu sering menginjak pedal rem.

Kinerja itu turut didukung sistem Dual Transaxle dengan dua rasio gigi, yakni low gear dan high gear. Sistem tersebut membantu motor listrik bekerja lebih optimal dalam kondisi berbeda, mulai dari tanjakan sampai kecepatan tinggi.

Kabin Lebih Hening untuk Menikmati Audio

Perubahan lain hadir pada tingkat kekedapan kabin Mitsubishi XFORCE Hybrid. Material peredam suara dan kualitas insulator ditingkatkan untuk mengurangi suara dari luar maupun dari mesin.

Gabungan kabin yang lebih kedap dan kerja motor listrik menciptakan suasana lebih tenang, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah. Kondisi itu juga mendukung pengalaman menikmati sistem audio Yamaha pada varian tertinggi.

Pengemudi dan penumpang dapat mendengarkan karakter audio premium dengan gangguan suara luar yang lebih kecil. Meski begitu, efisiensi bahan bakar XFORCE Hybrid masih memerlukan pembuktian melalui pengujian dengan durasi lebih panjang.

Terkait