Mitsubishi XFORCE Hybrid membawa perubahan yang tidak hanya berfokus pada konsumsi bahan bakar. SUV kompak ini mendapat pembaruan pada sistem penggerak, peredaman kabin, hingga pengendalian agar lebih nyaman untuk pemakaian harian.
Karakter senyap menjadi salah satu pembeda paling terasa karena motor listrik berperan sebagai penggerak utama. Mesin bensin bekerja sebagai pendukung sekaligus pengisi daya baterai saat diperlukan, sehingga suara kerja mesin dapat lebih jarang terdengar di kabin.
Hybrid Generasi Kedua dengan Dua Rasio Gigi
MMKSI memperkenalkan XFORCE Hybrid untuk memperkuat persaingan SUV hybrid di Indonesia, setelah model tersebut lebih dulu meluncur di Thailand pada Maret 2025. Pengembangannya disebut berangkat dari riset konsumen yang menyoroti kebutuhan atas kenyamanan, efisiensi, dan tampilan modern.
Sistem hybrid generasi kedua pada mobil ini memakai baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh. Pengemudi dapat memilih EV Priority Mode untuk memprioritaskan penggunaan tenaga listrik atau Charge Mode untuk mengisi daya baterai memakai mesin.
Salah satu perangkat pentingnya adalah Dual Transaxle yang memiliki low gear dan high gear. Menurut catatan Oto.detik.com, dua rasio tersebut membantu motor listrik bekerja lebih optimal saat akselerasi rendah maupun ketika kendaraan melaju lebih cepat.
| Komponen | Rincian pada XFORCE Hybrid |
|---|---|
| Sistem penggerak | Hybrid generasi kedua dengan motor listrik sebagai penggerak utama |
| Baterai | Lithium-ion 1,1 kWh |
| Mode energi | EV Priority Mode dan Charge Mode |
| Transmisi | Dual Transaxle dengan low gear dan high gear |
Peredaman Kabin dan Suspensi Ikut Disempurnakan
Mitsubishi turut menyetel ulang damper suspensi untuk memperbaiki karakter redaman, terutama ketika roda kembali ke posisi semula atau rebound. Pusat gravitasi kendaraan juga dibuat lebih rendah agar respons pengendalian terasa lebih solid.
Perubahan pada suspensi tersebut melengkapi karakter motor listrik yang lebih halus saat menggerakkan mobil. Material sound proofing dan insulator di kabin ikut ditingkatkan untuk meredam suara dari luar serta kebisingan selama berkendara.
Hasilnya, XFORCE Hybrid tidak diposisikan semata-mata sebagai versi elektrifikasi dari XFORCE biasa. Mitsubishi juga membenahi aspek kenyamanan yang relevan bagi pengguna yang banyak berkendara di lingkungan perkotaan.
Tujuh Mode Berkendara dan Diamond Sense
Pilihan mode berkendara kini bertambah dari empat menjadi tujuh, yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV, dan Charge. Mode EV dan Charge memberi pengemudi pengaturan tambahan untuk menyesuaikan pemakaian sistem hybrid dengan kondisi perjalanan.
Paket keselamatan Diamond Sense tetap menjadi bagian penting dari kelengkapan kendaraan ini. Fiturnya mencakup Forward Collision Mitigation, Adaptive Cruise Control, Automatic High Beam, serta Lead Car Departure Notification.
Daftar sistem bantu pengemudi juga meliputi Blind Spot Warning, Lane Change Assist, Rear Cross Traffic Alert, dan Moving Object Detection. Kelengkapan tersebut memberi dukungan lebih saat mobil dipakai untuk perjalanan di jalan ramai maupun ketika bermanuver.
Tampilan Baru Tetap Menjaga Kepraktisan
Di bagian luar, Mitsubishi XFORCE Hybrid memakai grille dengan aksen baru dan velg alloy 18 inci berdesain baru. Buritannya menggunakan lampu bergaya clear smoke, emblem Hybrid pada beberapa titik bodi, serta power tailgate untuk memudahkan akses bagasi.
Kabin mendapat Smart Display Audio 12,3 inci yang dapat menampilkan Energy Flow secara real time. Fitur lain yang dipertahankan meliputi frameless panoramic roof dengan electric shade, jok pengemudi elektrik, Dynamic Yamaha Premium Audio, ambient light, dan dual zone automatic AC dengan teknologi NanoeX.
Ruang kabin yang lega tetap dipadukan dengan bangku belakang 8-step reclining. Ground clearance tinggi dan radius putar 5,2 meter juga mempertahankan sisi praktis XFORCE Hybrid saat digunakan di ruang sempit maupun untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
