Mitsubishi memberi sinyal bahwa nama Pajero tidak akan kembali sebagai satu model saja. Keluarga Pajero disebut sedang disiapkan dalam tiga ukuran berbeda, dari besar, sedang, hingga kecil.
Langkah ini penting karena Pajero kini masuk ke poros utama strategi produk Mitsubishi, bukan sekadar nama lama yang dihidupkan untuk nostalgia. Di tengah transisi industri otomotif Jepang, pabrikan asal Jepang itu justru memilih memperkuat identitas mereknya lewat nama legendaris tersebut.
Pajero masuk kelompok inti produk Mitsubishi
Arah baru itu mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ke-57 Mitsubishi Motors Corporation di Tokyo, Jepang, pada 18 Juni 2026. Chairman sekaligus CEO MMC, Takao Kato, memaparkan tantangan perusahaan sekaligus arah pengembangan jangka pendek dan panjang.
Kato menyebut pengembangan kendaraan kini berada dalam masa peralihan yang krusial. Teknologi cerdas dan elektrifikasi disebut tidak lagi mudah dikerjakan sendiri, sehingga kolaborasi dengan produsen lain dan pemasok komponen makin penting.
Di sisi produk, kendaraan penumpang Mitsubishi dibagi ke dalam dua segmen besar. Segmen pertama adalah kendaraan dengan performa khusus untuk melintasi trek off-road.
| Kelompok Produk | Model Utama | Fokus |
|---|---|---|
| Grup Produk ASEAN | Xpander, Triton, Pajero | Penguatan lini utama pasar ASEAN |
| Segmen Off-road | Tidak disebut rinci | Performa khusus untuk trek berat |
Segmen kedua adalah kategori Grup Produk ASEAN, yang ditopang oleh model-model utama seperti Xpander, Triton, dan Pajero. Masuknya Pajero ke kelompok inti itu menunjukkan model ini sedang disiapkan sebagai bagian dari strategi bisnis yang lebih luas.
Untuk genre Pajero, Mitsubishi menyatakan akan segera memperkenalkan produk yang mengedepankan karakter kendaraan khas Mitsubishi. Ini mempertegas bahwa nama Pajero akan dipakai lagi dalam format yang relevan dengan arah baru perusahaan.
Akan hadir dalam tiga ukuran
Keterangan visual yang beredar ikut memperkuat dugaan bahwa Pajero tidak akan muncul dalam satu bentuk saja. Nama itu diperkirakan hadir sebagai tiga model yang dibedakan dari dimensinya, yakni besar, sedang, dan kecil.
Jika pendekatan ini benar-benar diwujudkan, Mitsubishi tampak sedang menyiapkan Pajero sebagai lini produk, bukan hanya satu SUV tunggal. Cara ini memberi ruang bagi nama tersebut untuk menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas utamanya.
Kolaborasi tetap jalan, elektrifikasi tetap jadi fokus
Di saat yang sama, Mitsubishi tetap menyusun portofolio produknya dengan hati-hati. Untuk pasar Eropa, model-model hasil kolaborasi akan terus dihadirkan.
Di Amerika Utara, proyek truk pikap baru bersama Nissan masih berjalan. Sementara itu di Australia, pengembangan model BEV bersama Foxtron juga terus didorong.
Pola ini menunjukkan pembagian strategi yang cukup jelas. Mitsubishi membuka ruang kolaborasi di banyak wilayah dan segmen, tetapi untuk nama-nama besar yang membentuk citra merek, perusahaan tetap ingin mempertahankan ciri khasnya sendiri.
Nama lama lain juga ikut dipertimbangkan
Takao Kato juga kembali menyinggung rencana menghadirkan Pajero dengan konsep baru yang sedang dikerjakan. Pernyataan itu muncul bersamaan dengan respons Mitsubishi terhadap banyaknya permintaan agar model-model lama ikut dihidupkan kembali.
Beberapa nama yang disebut adalah Lancer Evolution, Diamante, dan Galant. Kato menyambut dorongan itu secara terbuka dan menyebut upaya menghadirkan kembali model discontinue sebagai eksplorasi harta karun.
Meski model-model lain itu belum akan hadir dalam waktu dekat, Mitsubishi menegaskan perusahaan siap memproduksi mobil-mobil luar biasa seperti itu lagi di masa depan. Dalam konteks itu, Pajero menjadi nama yang paling jelas sudah bergerak dari wacana menuju proyek yang sedang disiapkan.
Hybrid dan PHEV tetap jadi jalur utama
Selain kebangkitan nama Pajero, Mitsubishi juga menegaskan fokus pada kendaraan hybrid dan model PHEV. Untuk segmen tersebut, pabrikan ini mengklaim sudah memiliki kemampuan pengembangan secara mandiri.
Fokus ini memberi konteks tambahan terhadap masa depan Pajero. Meski detail teknis belum diungkap, arah perusahaan menunjukkan model-model baru Mitsubishi akan bergerak sejalan dengan agenda elektrifikasi yang bertahap dan realistis.
Gambaran yang muncul bukan sekadar peluncuran satu nama lama. Pajero tampak sedang disiapkan untuk hidup kembali di tengah transformasi teknologi dan perubahan pasar global.
Source: otodriver.com






