Mitsubishi membuka babak baru untuk nama Eclipse lewat Eclipse Sportback EV, SUV listrik bergaya coupe yang langsung menarik perhatian karena jarak tempuhnya disebut bisa mencapai 487 kilometer. Model ini disiapkan khusus untuk Amerika Utara dan menjadi salah satu langkah penting Mitsubishi dalam memperkuat strategi elektrifikasinya.
Yang membuatnya berbeda bukan cuma nama besarnya, tetapi juga cara Mitsubishi membangun identitas visualnya. Mobil ini memang berbagi platform dengan Nissan Leaf generasi terbaru, namun Mitsubishi merancang eksterior yang lebih tegas agar tampil tidak sekadar seperti kembaran berlogo berbeda.
Wajah Leaf, rasa Mitsubishi
Perubahan paling mudah dilihat ada di bagian depan. Mitsubishi membuat bumper baru dengan bentuk lebih kokoh dan fascia yang lebih sederhana, sementara lampu utama bergaya tajam khas Leaf tetap dipertahankan.
Di sisi samping, Eclipse Sportback EV memakai pelek tiga palang yang memberi kesan lebih sporty. Aksen krom pada bodi juga ditambahkan untuk memberi nuansa yang sedikit lebih premium.
Bagian belakang ikut direvisi agar sejalan dengan pendekatan desain barunya. Mitsubishi menyesuaikan lampu belakang, menambahkan emblem tiga berlian, dan merapikan bumper belakang supaya selaras dengan wajah depan.
Jarak tempuh jadi senjata utama
Karena berbagi dasar teknis dengan Nissan Leaf terbaru, Eclipse Sportback EV diperkirakan mengusung spesifikasi yang tidak jauh berbeda. Nissan Leaf versi Amerika Serikat dibekali motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga sekitar 214 dk dan torsi 355 Nm.
Baterainya berkapasitas nominal 78 kWh dengan kapasitas usable sekitar 75,1 kWh. Dengan konfigurasi itu, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 303 mil atau sekitar 487 kilometer menurut standar EPA.
| Model Acuan | Tenaga | Torsi | Jarak Tempuh |
|---|---|---|---|
| Nissan Leaf terbaru versi AS | 214 dk | 355 Nm | 303 mil / 487 km EPA |
Angka itu menjadi modal besar bagi Mitsubishi untuk menawarkan SUV listrik yang tak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga efisiensi penggunaan harian. Karakter tenaga instan dari motor listrik juga membuatnya cocok dengan citra sporty yang ingin dibangun Eclipse Sportback EV.
Masih ada detail yang belum dibuka
Mitsubishi belum mengungkap interior maupun daftar fitur lengkap dari Eclipse Sportback EV. Artinya, gambaran soal ruang kabin, teknologi pendukung, dan pengalaman berkendara masih menunggu pengumuman berikutnya.
Meski begitu, kehadiran model ini menunjukkan arah yang cukup jelas. Mitsubishi memilih memanfaatkan kerja sama strategis dengan Nissan untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik tanpa memulai semuanya dari nol.
Langkah itu juga menempatkan Eclipse Sportback EV sebagai opsi baru di segmen SUV listrik bergaya coupe untuk pasar Amerika Utara. Dengan desain yang lebih berkarakter dan klaim jarak tempuh yang kompetitif, model ini berpeluang mencuri perhatian konsumen yang mencari alternatif dari Leaf dengan tampilan yang lebih berani.







