Microsoft menunjukkan bahwa AI kini bisa dipakai bukan hanya untuk membantu produktivitas, tetapi juga untuk memburu celah keamanan sebelum dimanfaatkan peretas. Sistem bernama MDASH berhasil menemukan 16 kelemahan Windows, termasuk empat bug kritis yang berpotensi membuka akses langsung ke jaringan perusahaan.
Yang membuat temuan ini menonjol adalah lokasi celahnya. Sebagian besar berada di komponen inti Windows dan bisa dijangkau lewat jaringan tanpa kredensial, sehingga risikonya jauh lebih serius jika terlambat ditangani.
Seluruh 16 kerentanan itu sudah ditambal dalam Patch Tuesday pada 12 Mei. Satya Nadella kemudian membagikan kabar tersebut di X keesokan harinya.
MDASH dirancang menyerupai kerja tim keamanan
MDASH adalah singkatan dari Multi-model Agentic Scanning Harness. Sistem ini dibuat oleh tim Autonomous Code Security Microsoft, dengan sejumlah anggota yang sebelumnya terlibat di Team Atlanta, pemenang hadiah DARPA AI Cyber Challenge senilai 29,5 juta dolar AS.
Pendekatannya tidak mengandalkan satu model untuk memindai kode secara langsung. Lebih dari 100 agen khusus dijalankan di atas gabungan model frontier dan distilled, dengan tugas berbeda mulai dari mencari cacat, menguji temuan, hingga membuktikan apakah bug benar-benar bisa dieksploitasi.
Hasilnya baru diperlihatkan kepada insinyur manusia setelah seluruh verifikasi selesai. Cara ini penting karena beberapa kelemahan Windows membutuhkan penalaran lintas banyak jalur kode, sesuatu yang kerap luput dari pemindai standar.
Celah menyasar komponen inti Windows
Microsoft menyebut 16 kerentanan itu tersebar di Windows TCP/IP stack, layanan IKEEXT IPsec, HTTP.sys, Netlogon, Windows DNS, dan klien Telnet. Sepuluh di antaranya berada di kernel-mode, dan sebagian besar dapat dijangkau lewat jaringan tanpa otentikasi.
Dua dari empat kelemahan kritis menjadi sorotan utama. CVE-2026-33827 berada di tcpip.sys dan dipicu paket IPv4 yang dirancang khusus, sedangkan CVE-2026-33824 merupakan double-free sebelum autentikasi di layanan IKEEXT yang bisa diakses lewat UDP port 500 pada mesin yang menjalankan RRAS VPN, DirectAccess, atau Always-On VPN.
Kedua celah itu dapat berujung pada eksekusi LocalSystem. Dua kelemahan kritis lain berada di Netlogon dan Windows DNS Client, masing-masing dengan skor CVSS 9,8.
Mengapa scanner biasa bisa gagal menangkapnya
Microsoft menegaskan bahwa temuan seperti ini bukan tipe bug yang umumnya muncul dari pemindai standar. Celah tcpip.sys membutuhkan penalaran atas tiga jalur kode yang berjalan bersamaan dan semuanya membebaskan objek yang sama.
Kasus IKEEXT bahkan melibatkan enam berkas sumber berbeda. Kombinasi banyak file dan banyak jalur eksekusi itu menjelaskan mengapa pendekatan model tunggal sering tidak cukup untuk menemukan bug yang benar-benar bisa dieksploitasi.
Hasil pengujian menempatkan MDASH di papan atas
Dalam pengujian CyberGym milik UC Berkeley yang berisi 1.507 tugas reproduksi kerentanan dunia nyata, MDASH mencatat skor 88,45 persen. Hasil itu menempatkannya di posisi teratas papan peringkat publik, di atas Anthropic Mythos Preview yang meraih 83,1 persen dan GPT-5.5 dari OpenAI dengan 81,8 persen.
Pada pengujian privat terhadap basis kode driver Windows bernama StorageDrive yang belum pernah dirilis ke publik, MDASH menemukan seluruh 21 kerentanan yang sengaja ditanam tanpa false positive. Pada kumpulan kasus MSRC yang telah dikonfirmasi selama lima tahun di clfs.sys dan tcpip.sys, tingkat recall-nya mencapai 96 persen dan 100 persen.
Akses masih terbatas, persaingan makin ketat
MDASH saat ini masih berada dalam private preview terbatas untuk sekelompok kecil pelanggan enterprise. Microsoft menyebut ketersediaan yang lebih luas akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan, dan sistem ini bersifat model-agnostik sehingga model dasarnya bisa diganti tanpa membangun ulang pipeline.
Langkah Microsoft muncul di tengah persaingan serupa dari Anthropic lewat Project Glasswing dan OpenAI lewat Daybreak, yang juga berjalan dengan akses terbatas. Di saat yang sama, sisi ofensif ikut bergerak setelah Google mengonfirmasi adanya zero-day pertama yang diketahui dikembangkan AI untuk kampanye eksploitasi massal yang menargetkan bypass 2FA pada alat administrasi web yang banyak dipakai.
Source: www.notebookcheck.net






