Microsoft memasuki 2026 dengan gelombang penghentian produk yang cukup besar, dan dua nama yang paling terasa bagi pengguna Windows adalah Windows 11 SE serta Microsoft Publisher. Keduanya mewakili dua arah lama Microsoft yang kini dipangkas: sistem operasi ringan untuk pendidikan dan aplikasi desktop publishing yang sudah ada sejak awal 1990-an.
Langkah ini penting karena tidak berhenti di produk yang jarang dipakai konsumen. Sejumlah versi Windows dan paket Office lain juga ikut masuk daftar tidak didukung, sehingga pengguna yang masih bertahan pada produk lama perlu segera menyiapkan migrasi.
Windows 11 SE mulai ditinggalkan
Windows 11 SE dulu dirancang untuk menantang ChromeOS dan Chromebook di sektor pendidikan. Microsoft bahkan sempat merilis Surface SE dengan harga $250, tetapi kecil kemungkinan ada penerus dari lini itu.
Microsoft sudah mengonfirmasi pada 2025 bahwa tidak akan ada pembaruan lanjutan untuk sistem operasi tersebut. Perusahaan juga menyarankan pengguna untuk beralih ke perangkat yang mendukung edisi Windows terbaru.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pemakai Windows 11 SE. Windows 11 versi 23H2 dan 24H2 juga masuk daftar yang tidak lagi didukung, sehingga pengguna di dua versi itu perlu memperbarui sistem mereka.
Tanpa dukungan, perangkat menjadi lebih rentan terhadap ancaman dari pihak berbahaya. Karena itu, tekanan untuk pindah ke versi Windows yang lebih baru kini terasa semakin kuat.
Microsoft sendiri masih menghadapi tantangan lain di ekosistem Windows. Integrasi Copilot belum sepenuhnya diterima semua pengguna, sementara masalah pembaruan juga kerap muncul.
Publisher resmi dipensiunkan
Pada 13 Oktober 2026, Microsoft akan menghapus Publisher dari rangkaian produktivitasnya secara penuh. Aplikasi itu pertama kali diperkenalkan pada 1991 dan lama dipakai sebagai alat desain grafis ringan untuk kebutuhan publikasi.
Publisher sempat tertinggal dari perkembangan Office yang lain. Di Office 2007, aplikasi ini belum langsung mendapat toolbar ribbon dan baru mengikutinya pada 2010.
Penghentian ini mencakup status LTSC milik Publisher serta Publisher 2024. Microsoft juga tidak akan menghadirkan versi baru aplikasi tersebut di iterasi berikutnya dari suite software itu.
Bagi pengguna lama, file .pub masih bisa dibuka lewat layanan online gratis dari Microsoft. Scribus menjadi salah satu alternatif yang paling direkomendasikan karena bersifat open source dan memberi cara kerja yang lebih transparan.
Ada juga opsi lain, tetapi masing-masing memiliki keterbatasan. Adobe InDesign masih menjadi salah satu aplikasi desktop publishing teratas, namun pengguna harus berlangganan Adobe.
Affinity Publisher 2 juga masuk jalur perubahan besar. Aplikasi itu dihentikan dan dibundel ke dalam paket Affinity gratis dari Canva setelah Serif diakuisisi pada 2024.
Bukan hanya dua produk yang terdampak
Di luar produk yang lebih dikenal pengguna umum, Microsoft juga menutup sejumlah aplikasi yang lebih sering dipakai di lingkungan kerja TI. Daftarnya mencakup Advanced Threat Analytics, Application Virtualization 5.0 dan 5.1, serta produk lama seperti SQL Server dan Project Server 2016.
Advanced Threat Analytics sendiri sudah berada di jalur pensiun sejak 2020. Penerus berbasis cloud untuk layanan itu adalah Azure Advanced Threat Protection.
Gelombang penutupan ini menunjukkan 2026 sebagai tahun besar bagi pemutakhiran ekosistem Microsoft. Bagi pengguna Windows 11 dan pengguna Office yang masih bergantung pada Publisher, waktu untuk beralih kini semakin mendesak.







