microSD Express Makin Menggoda, Harganya Kini Mengalahkan UHS-II

Pasar kartu memori kelas cepat sedang mengalami pergeseran yang tidak biasa. Di Eropa, microSD Express 256 GB kini justru terlihat lebih murah daripada kartu microSD UHS-II untuk handheld gaming, meski format Express menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Selisih harganya cukup mencolok. Pada kapasitas 256 GB yang paling populer, microSD Express umumnya dijual di kisaran 50 hingga 60 euro, sementara kartu UHS-II dengan kapasitas serupa sudah berada di level 115 hingga 120 euro, bahkan lebih pada beberapa model.

UHS-II makin mahal dan makin sulit dicari

UHS-II yang dulu dianggap opsi kencang kini mulai terasa eksotis di segmen handheld. Acer menjadi salah satu sorotan di Computex lewat Predator Atlas 8 gaming handheld yang memakai format ini, tetapi pilihan produknya semakin sedikit dan harga terus naik dalam setahun terakhir.

Di Geizhals, Nexstorage UHS-II 256 GB tercatat sekitar 120 euro. Lexar Professional Gold berada sedikit di bawahnya di 115 euro, sedangkan Sabrent Rocket sedikit di atas 120 euro.

Di titik harga seperti itu, ruang gerak pembeli UHS-II praktis sudah sempit. Gamer yang ingin memakai handheld dengan dukungan UHS-II harus menghadapi biaya penyimpanan yang tinggi, meski kapasitasnya masih 256 GB.

microSD Express mulai jadi patokan baru

Berbeda dengan UHS-II, microSD Express kini semakin mudah ditemukan di kelas 256 GB. Format ini ikut terdorong oleh kehadiran Nintendo Switch 2, sehingga pasokannya lebih luas dan harga pasar cenderung stabil di kisaran 50 hingga 60 euro.

Di MediaMarkt, harga tersebut juga terlihat pada kartu bermerek Nintendo yang dibuat SanDisk, serta kartu SanDisk terpisah yang dipajang di area Nintendo. Dengan jarak harga yang lebar, microSD Express mulai tampak lebih masuk akal bagi banyak pembeli, meski kompatibilitasnya tidak sama dengan UHS-II pada perangkat lama.

Perbedaan itu makin terasa saat masuk ke kapasitas 512 GB. Di segmen Express, pasar sudah menawarkan sekitar lima kartu hingga kisaran 130 euro, sementara model yang datang belakangan bisa melompat ke rentang 200 hingga 300 euro.

Kecepatan tinggi masih dibatasi kompatibilitas

SD Express memang menawarkan performa besar, tetapi penggunaan nyatanya masih bergantung pada perangkat pembaca. Pengguna dengan pembaca UHS-II tidak bisa memanfaatkan kecepatan penuh SD Express karena reader SD Express masih sangat jarang dan sebagian bahkan sudah habis terjual.

Dalam mode kompatibilitas, kartu Express akan turun ke kecepatan UHS-I. Artinya, hasil akhirnya tetap sangat ditentukan oleh perangkat yang dipakai, bukan hanya oleh kartu memori itu sendiri.

Ada kabar bahwa pembaca SD Express yang juga mampu menangani UHS-II akan hadir nanti tahun ini. Sebelumnya, hal itu belum dimungkinkan secara teknis.

Adopsi yang lebih luas bisa mengubah pasar

Harga saat ini belum tentu bertahan lama jika adopsi SD Express terus meluas. Semakin banyak laptop diperkirakan akan memakai format ini, sementara Asus juga sudah membawa dukungan microSD Express ke handheld gaming barunya.

Asus sejauh ini disebut mendukung SD Express secara nyaris tidak terlihat, tetapi tanda-tanda adopsi yang lebih luas sudah mulai muncul. Bersamaan dengan peluncuran RTX Spark di Computex, indikasi juga menguat bahwa lebih banyak produsen akan bertaruh pada SD Express, termasuk format ukuran penuh.

Di sisi lain, ADATA saat ini menjadi satu-satunya pemasok kartu SD Express ukuran penuh. Untuk kartu microSD UHS-I biasa, harga model cepat dari merek besar juga sudah mendekati level microSD Express pada kapasitas 256 GB, dan di MediaMarkt kartu gamer SanDisk bergaya Nintendo nyaris sama mahalnya.

Harga kartu tersebut bahkan mulai turun sedikit dalam beberapa pekan terakhir. Namun, tekanan di pasar memori belum berhenti pada kartu microSD sederhana, dan arah harga di segmen ini masih bisa berubah lagi jika SD Express makin banyak dipakai.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait