Meta Disorot, Iklan Medsos Disebut Jadi Jalur Baru Penipuan

Iklan di media sosial kini bukan lagi sekadar promosi yang lewat di layar. Di Amerika Serikat, iklan semacam ini disebut ikut membuka jalan bagi penipuan yang bisa menguras rekening korban.

Tekanan pun meningkat agar platform digital tidak lagi hanya bereaksi setelah korban muncul. Dua senator dari Partai Republik dan Demokrat mendorong rancangan aturan Safeguarding Consumers from Advertising Misconduct Act atau SCAM Act yang menuntut platform media sosial lebih aktif mencegah penipuan.

Platform Diminta Lebih Aktif Memverifikasi Pengiklan

SCAM Act meminta platform media sosial memverifikasi para pengiklan dan menindak laporan penipuan dengan cepat. Laporan itu bisa datang dari pengguna maupun pemerintah, dan jika platform tidak patuh, Komisi Perdagangan Federal atau FTC bersama jaksa agung negara bagian disebut dapat mengambil langkah hukum.

Senator Bernie Moreno dari Partai Republik menegaskan perusahaan media sosial tidak bisa diam ketika model bisnis mereka memungkinkan penipuan yang menargetkan masyarakat Amerika. Ia mengatakan, “Kita tidak bisa hanya diam ketika perusahaan media sosial memiliki model bisnis yang secara sadar memungkinkan penipuan yang menargetkan masyarakat Amerika.”

Meta Menjadi Sorotan karena Porsi Pendapatan Iklan Bermasalah

Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat menambahkan bahwa perusahaan yang menghasilkan uang dari iklan harus memastikan kontennya tidak menipu. Menurut dia, jika sebuah perusahaan mendapat pendapatan dari iklan yang tayang di situsnya, maka perusahaan itu bertanggung jawab memastikan iklan tersebut tidak bersifat penipuan.

Sorotan terbesar dalam isu ini mengarah ke Meta, pemilik Instagram dan Facebook. Reuters sebelumnya melaporkan Meta memperoleh sekitar 10% atau US$16 miliar pada 2024 dari iklan penipuan dan produk ilegal lainnya.

Tokoh / PihakPeranSikap / TindakanDetail Penting
Bernie MorenoSenator Partai RepublikMendorong SCAM ActMenilai platform tidak boleh diam saat model bisnis memungkinkan penipuan
Ruben GallegoSenator Partai DemokratMendorong SCAM ActMenuntut perusahaan iklan memastikan konten di situsnya tidak menipu
MetaPemilik Instagram dan FacebookMembantah tuduhanMenilai porsi pendapatan dari iklan yang melanggar terlalu dilebih-lebihkan

Meta menyatakan terus memerangi penipuan secara agresif di seluruh platformnya, tetapi sorotan regulator dan legislator tampaknya belum akan mereda. Selama iklan penipuan masih ditemukan di ekosistem media sosial, tekanan terhadap perusahaan teknologi berbasis iklan diperkirakan terus menguat.

Bagi pengguna, isu ini menjadi pengingat bahwa iklan yang menjanjikan sesuatu secara agresif atau terlihat tidak wajar perlu diwaspadai. Bagi otoritas, verifikasi pengiklan dan respons cepat atas laporan penipuan menjadi dua titik penting yang kini ditempatkan di garis depan pembahasan regulasi.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terkait