Meta Diam-Diam Uji Pocket, Game Cukup Dibuat dari Prompt AI

Author: Cung Media

Meta diam-diam menyiapkan langkah baru di ranah AI generatif dengan Pocket, aplikasi yang memungkinkan pengguna membuat game kecil dan pengalaman interaktif hanya lewat prompt. Di saat banyak alat AI masih fokus pada gambar dan video, Pocket membawa pendekatan itu ke pembuatan game ringan.

Bagi pengguna umum, perubahan ini memang terasa penting. Pembuatan game sederhana tidak lagi harus dimulai dari coding manual yang rumit, karena Pocket mengarahkan proses kreatif ke teks singkat yang bisa langsung diuji di dalam aplikasi.

Prompt Jadi Jalan Masuk ke Game Interaktif

Dalam deskripsi aplikasinya, Pocket diposisikan sebagai “platform kreatif untuk membuat dan membagikan gizmos”. Istilah “gizmos” dipakai untuk menyebut hasil kreasi di dalam aplikasi, yang dapat dijelajahi lewat feed gulir dan dimainkan oleh pengguna lain.

Pendekatan ini membuat Pocket tidak hanya berfungsi sebagai alat pembuat konten, tetapi juga sebagai ruang penemuan karya. Kombinasi antara kreasi, distribusi, dan interaksi itu sangat dekat dengan pola penggunaan media sosial yang selama ini menjadi kekuatan Meta.

Aspek Pocket Konteks
Fungsi utama Membuat game kecil dan pengalaman interaktif Berbasis prompt AI
Konten hasil kreasi Gizmos Bisa dibagikan dan dimainkan
Penemuan konten Feed gulir Memudahkan eksplorasi karya pengguna lain

Hasil Akuisisi Tim Gizmo

Pocket bukan aplikasi yang lahir sepenuhnya dari nol. Produk ini merupakan hasil langsung dari akuisisi Meta terhadap tim di balik Gizmo, platform game berbasis vibe-coding dengan konsep yang sangat mirip.

Gizmo sebelumnya juga menawarkan cara membuat pengalaman interaktif lewat prompt AI. Kesamaannya terlihat pada alat kreasi berbasis prompt dan feed penemuan konten yang sama-sama diusung kedua aplikasi.

Aplikasi asli Gizmo masih tercantum di toko aplikasi. Sebelum bergabung ke orbit Meta, Gizmo telah mencatat 635.000 instalasi seumur hidup di iOS dan Android, dengan tingkat sentimen positif 98 persen.

Masuk ke Arena Game AI

Langkah ini memperluas dorongan Meta untuk membawa alat kreasi AI ke pengguna sehari-hari. Sebelumnya, Meta sudah menghadirkan gambar buatan AI lewat aplikasi Meta AI dan video AI melalui aplikasi bernama Vibes.

Fitur AI juga telah disebar ke berbagai platform sosial milik Meta serta ke aplikasi penyuntingan video Edits. Dengan Pocket, Meta menambah satu lapisan baru berupa pengalaman interaktif dan game ringan yang bisa dibuat dan dibagikan dengan mudah.

Ruang game sendiri selama ini belum disentuh langsung Meta lewat alat AI seperti ini. Pocket menempatkan perusahaan itu lebih dekat ke tren pembuatan game instan yang mengandalkan prompt, eksperimen cepat, dan distribusi berbasis feed.

Peluncuran yang Masih Senyap

Pocket pertama kali terdeteksi oleh Alessandro Paluzzi, reverse engineer yang kerap menemukan aplikasi dan fitur baru sebelum diumumkan resmi. Ia membagikan tangkapan layar Pocket dari Play Store melalui X.

Data dari Appfigures menunjukkan Pocket sebenarnya sudah hadir di App Store dan Google Play sejak 29 Juni 2026. Sampai saat ini, Meta belum mengumumkan Pocket secara resmi dan belum merespons permintaan komentar.

Peluncuran yang sangat tenang ini membuat Pocket masih terlihat seperti tahap eksperimen awal. Meski begitu, keberadaannya di dua toko aplikasi utama menandakan Meta sudah membuka akses publik untuk aplikasi tersebut.

Dengan fondasi dari tim Gizmo dan konsep prompt-to-game, Pocket menjadi sinyal paling jelas bahwa Meta ingin ikut menggarap pembuatan game berbasis AI untuk pengguna umum. Jika arah ini terus dikembangkan, Pocket bisa menjadi salah satu eksperimen paling menarik Meta di persimpangan AI, kreativitas, dan hiburan interaktif.

Source: www.indiatoday.in
Terbaru