Meta menemukan jalan tidak biasa untuk menambah kapasitas memori server DDR5 mereka tanpa membuang stok DDR4 lama. Dengan chip CXL khusus bernama Vistara, perusahaan itu bisa memperlakukan modul DDR4 dan DDR5 sebagai satu sistem memori yang lebih besar.
Trik ini menarik karena DDR5 dan DDR4 pada dasarnya memakai “bahasa” yang berbeda. Namun, Compute Express Link membuat prosesor bisa menerjemahkan perintah DDR5 ke modul DDR4, sehingga memori generasi lama tetap berguna di arsitektur server yang lebih baru.
MemServer Meta Menggabungkan Dua Generasi RAM
Meta memakai pendekatan ini pada MemServers yang ditenagai prosesor AMD Epyc berbasis Zen 5. Setiap node disebut membawa chip AMD Epyc 9000-series dengan 158 core, meski tidak ada CPU Epyc yang memiliki tepat 158 core, sehingga kemungkinan ada konfigurasi khusus atau sebagian core chiplet yang dinonaktifkan.
Di atas motherboard, sistem itu sudah dibekali 768 GB DDR5-6400. Karena kapasitas tersebut belum mencukupi kebutuhan internal Meta, mereka menambahkan 256 GB DDR4-2400 melalui dua kartu ekspansi Vistara di slot PCIe 5.0 x8.
| Komponen | Spesifikasi | Peran |
|---|---|---|
| DDR5 bawaan | 768 GB DDR5-6400 | Memori utama yang lebih cepat |
| DDR4 tambahan | 256 GB DDR4-2400 | Menambah kapasitas melalui Vistara |
| Total sistem | 1.024 GB atau 1 TB | Kapasitas memori gabungan |
Hasil akhirnya adalah 1.024 GB atau 1 TB memori sistem. Dengan begitu, server tidak hanya mengandalkan DDR5 yang lebih cepat, tetapi juga memanfaatkan DDR4 yang masih layak pakai untuk menambah kapasitas secara signifikan.
DDR4 Jadi Lapisan Memori Sekunder
Meta tidak memperlakukan DDR4 sebagai pengganti DDR5, melainkan sebagai pool memori terpisah yang lebih lambat. Software pada Vistara melacak thread dan data untuk menentukan mana yang tetap berada di DDR5 sebagai hot storage dan mana yang dipindahkan ke DDR4 sebagai cold storage.
Pendekatan ini mirip dengan kartu ekspansi PCIe yang menampung DRAM dalam jumlah besar. Bedanya, semuanya diikat oleh CXL agar server bisa melihatnya sebagai bagian dari sistem memori yang lebih besar, meski latensi dan bandwidth DDR4 tetap lebih rendah.
Pemisahan itu penting karena data yang sedang aktif harus tetap dekat dengan prosesor. Sementara itu, data yang mungkin dibutuhkan dalam waktu dekat bisa disimpan di lapisan DDR4 agar tetap lebih cepat diakses dibanding SSD atau HDD.
Masih Mungkin Dibawa Ke PC Gaming, Tapi Belum Praktis
Secara teori, konsep serupa bisa diterapkan di PC desktop. MSI MEG X870E Godlike X Edition disebut memiliki dua slot Gen5 PCIe yang terhubung langsung ke CPU, sehingga kartu CXL secara fisik bisa dipasang jika ada dukungan perangkat lunak yang sesuai.
Masalahnya, CXL memang tidak dirancang untuk PC konsumen umum. Selain itu, belum ada CPU desktop yang mendukungnya, sehingga skenario ini belum bisa dipakai seperti pada server Meta.
Kalau harga memori tetap tinggi, kombinasi kartu Vistara, motherboard yang cocok, dan CPU yang mendukung CXL bisa saja jadi cara menekan biaya saat kapasitas DRAM besar dibutuhkan. Namun, biaya total seluruh komponen juga berpotensi membuat pendekatan itu tidak ekonomis untuk kebanyakan pengguna.
Untuk saat ini, langkah Meta lebih relevan sebagai bukti bahwa DDR4 dan DDR5 masih bisa dipaksa bekerja bersama lewat desain sistem yang sangat spesifik. Bukan sebagai solusi siap pakai untuk semua orang, tetapi sebagai contoh bahwa RAM lama belum tentu langsung kehilangan nilai saat generasi baru hadir.






