Mercedes-Benz sedang menguji S-Class terbaru dengan cara yang tidak biasa: bukan di lintasan tertutup, melainkan keliling dunia sejauh 50.000 kilometer. Dalam misi perayaan 140 tahun bertajuk “140 Years. 140 Places”, tiga unit sedan andalan itu dikirim untuk menghadapi kondisi jalan, cuaca, dan infrastruktur yang berbeda-beda di enam benua.
Langkah ini langsung menarik perhatian karena S-Class dikenal sebagai simbol kemewahan, tetapi kali ini yang diuji adalah ketangguhannya dalam perjalanan ekstrem. Absennya Indonesia dalam daftar persinggahan juga ikut menyita sorotan, terutama karena rombongan justru melewati sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.
Perjalanan lintas benua dimulai dari Stuttgart
Rute uji dimulai dari Stuttgart, Jerman, lalu berlanjut ke pegunungan Swiss yang terjal. Setelah itu, iring-iringan bergerak ke Prancis dan Spanyol sebelum menyeberang ke benua Amerika.
Di Amerika Selatan, mobil-mobil tersebut tercatat melintas dari Brasil hingga Chile. Perjalanan kemudian berlanjut ke Asia sebagai fase berikutnya dari misi panjang yang dirancang untuk membuktikan daya tahan teknologi Mercedes-Benz.
Indonesia tidak masuk daftar persinggahan
Saat memasuki Asia, rombongan sudah lebih dulu melewati Eropa dan Amerika. Namun, meski singgah di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak tercantum dalam daftar lokasi yang dikunjungi.
Berdasarkan rilis resmi, iring-iringan hanya dijadwalkan melintas ke Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Kondisi ini membuat absennya Indonesia menjadi perhatian tersendiri bagi pecinta otomotif di tanah air.
Singgah di kota besar dan ajang otomotif
Di Korea Selatan, rombongan sempat singgah di Seoul bersamaan dengan peluncuran C-Class elektrik. S-Class terbaru itu juga tampil di ajang Auto China 2026 yang berlangsung di Beijing.
Setiap pemberhentian memberi kesempatan bagi komunitas lokal untuk menyambut langsung rombongan tersebut. Kehadiran mobil-mobil ini bahkan disambut oleh mobil klasik koleksi setempat, sehingga perjalanan terasa seperti pertemuan antara teknologi modern dan sejarah otomotif.
Uji ketahanan di bawah tekanan nyata
Mercedes-Benz menempatkan proyek ini sebagai pembuktian bahwa teknologi yang dibawanya mampu bertahan di berbagai kondisi. Rute yang dipilih tidak hanya menampilkan kota besar, tetapi juga medan yang menantang dari sisi cuaca dan karakter jalan.
Bagi kolektor dan penggemar di Malaysia serta Singapura, momen ini memberi peluang melihat kondisi fisik mobil setelah menempuh puluhan ribu kilometer. Misi keliling dunia itu dijadwalkan berakhir pada Oktober 2026, ketika tiga unit S-Class tersebut kembali ke markas pusat Mercedes-Benz di Stuttgart.







