Kedatangan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Jakarta langsung mencuri perhatian, bukan hanya karena agenda kenegaraannya, tetapi juga karena mobil yang menjemputnya. Di bawah tangga pesawat di Pangkalan TNI Halim Perdanakusuma, sudah menunggu Mercedes-Benz S600 Pullman Guard yang dikenal sebagai limousine antipeluru.
Mobil itu tampil dengan bendera Jerman dan Merah Putih di bagian depan, serta pelat nomor bertuliskan “Germany”. Kehadirannya menunjukkan standar pengamanan tinggi yang diterapkan untuk kepala negara tamu selama kunjungan resmi ke Indonesia.
Perlindungan tinggi untuk perjalanan protokoler
Mercedes-Benz S600 Pullman Guard dibekali perlindungan hingga level VR6/VR7. Level ini membuat kendaraan tersebut mampu memberi proteksi terhadap ancaman senjata api hingga bom.
Tak hanya mengandalkan lapisan baja pada bodi, mobil ini juga memakai ban run-flat tyre, tangki bahan bakar self-sealing, serta sistem pemadaman api. Kombinasi fitur itu membuat limousine ini sering dijuluki sebagai “benteng berjalan”.
Julukan tersebut merujuk pada kemampuan mobil menjaga keselamatan sopir dan penumpang dalam situasi berisiko tinggi. Meski fokus utamanya keamanan, kabinnya tetap dibuat lapang agar perjalanan protokoler tetap terasa nyaman.
Dimensi besar dan mesin bertenaga
Mercedes-Benz S600 Pullman Guard memiliki jarak sumbu roda 4.315 milimeter, atau 115 sentimeter lebih panjang dibanding versi panjang S-Class Guard. Panjang keseluruhan mobil ini mencapai 6.356 milimeter, sehingga ruang interiornya sangat lega.
Di balik bodinya yang panjang dan berat, mobil ini mengandalkan mesin biturbo 12 silinder berkapasitas 5.513 cc. Tenaganya mencapai 517 daya kuda dengan torsi 830 Nm, cukup untuk mendukung kebutuhan pengawalan kepala negara.
Spesifikasi itu memperlihatkan bahwa kendaraan ini tidak hanya mengandalkan perlindungan, tetapi juga performa. Tenaga besar dibutuhkan agar mobil tetap responsif saat bergerak dalam iring-iringan resmi maupun dalam situasi pengamanan tertentu.
Pengawalan yang ikut mengatur lalu lintas Jakarta
Setelah tiba di Jakarta sekitar pukul 09.10 WIB, Steinmeier melanjutkan perjalanan menuju agenda pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Pergerakan rombongan dari bandara membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta ditutup sementara saat iring-iringan melintas.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komaruddin menyebut rekayasa lalu lintas dilakukan pada Senin (15/6) mulai pukul 08.00 WIB. Pengawalan dan pengaturan sementara diterapkan di beberapa ruas jalan utama sebagai bagian dari penghormatan terhadap kunjungan tersebut.
Langkah itu juga menjadi bagian dari pengamanan rangkaian kegiatan presiden tamu selama berada di ibu kota. Pengaturan lalu lintas diperlukan agar perjalanan rombongan tetap lancar, aman, dan sesuai protokol kenegaraan.
Kehadiran Mercedes-Benz S600 Pullman Guard dalam penyambutan Steinmeier memperlihatkan bagaimana keamanan dan protokol berjalan beriringan dalam kunjungan tingkat tinggi. Di tengah sorotan pada agenda diplomatiknya, limousine antipeluru itu ikut menjadi simbol pengamanan maksimal bagi pemimpin negara yang datang ke Jakarta.
Source: oto.detik.com






