Insiden tunggal yang menimpa YouTuber Andra ST di Sukoharjo, Jawa Tengah, membuat McLaren 720S Coupe miliknya jadi sorotan. Mobil itu hancur parah hingga terbelah dua, tetapi bagian kabinnya dilaporkan tetap utuh.
Kontras antara bodi yang remuk dan ruang pengemudi yang tetap terlindungi memunculkan pertanyaan besar. Di balik kerusakan ekstrem itu, McLaren 720S memang membawa struktur yang dirancang untuk mengarahkan energi benturan menjauh dari kokpit.
Tenaga Besar di Balik Supercar Ini
Di atas kertas, McLaren 720S bukan mobil biasa. Suksesor 650S ini mengusung mesin M840T V8 4.000 cc twin-turbo dengan tenaga maksimal 720 PS atau 710 tk pada 7.500 rpm.
Torsi puncaknya mencapai 770 Nm pada 5.500 rpm, lalu disalurkan ke roda belakang melalui transmisi kopling ganda seamless-shift 7-percepatan. Dengan bobot kering 1.283 kg, rasio tenaga terhadap bobotnya sangat agresif.
| Spesifikasi Utama | McLaren 720S Coupe |
|---|---|
| Mesin | M840T V8 4.000 cc twin-turbo |
| Daya Maksimal | 720 PS atau 710 tk pada 7.500 rpm |
| Torsi Puncak | 770 Nm pada 5.500 rpm |
| Transmisi | Kopling ganda seamless-shift 7-percepatan |
| Bobot Kering | 1.283 kg |
| 0-100 kpj | 2,9 detik |
| Top Speed | 341 kpj |
Performa itu membuat mobil ini mampu melesat dari 0-100 kpj dalam 2,9 detik dan mencapai kecepatan puncak 341 kpj. Namun, angka-angka tersebut juga menunjukkan bahwa mobil ini menuntut pengendalian ekstra ketat di jalan umum.
Monocage II Jadi Pelindung Utama
Bagian paling menarik dari kasus ini ada pada struktur keselamatannya. McLaren 720S memakai sasis Monocage II, yaitu bak serat karbon yang sangat kaku namun ringan untuk membentuk kapsul kokpit penumpang.
Berbeda dari mobil penumpang biasa yang mengandalkan unibody baja, Monocage II dirancang agar ruang pengemudi tetap utuh saat benturan keras terjadi. Sementara itu, komponen luar serta sub-frame depan atau belakang bisa meluruh atau terlepas untuk menyerap energi tabrakan.
Menurut otomotif.kompas.com, karakter serat karbon pada mobil ini memang diarahkan untuk menyerap energi benturan yang masif. Itulah sebabnya bagian mesin dan roda belakang bisa terpisah dari bodi utama, sementara area kabin tetap minim deformasi.
Dalam insiden Andra ST, kondisi tersebut memperlihatkan cara kerja crumple zone ekstrem pada supercar bermesin besar seperti McLaren 720S. Kerusakan luar yang tampak brutal justru menjadi mekanisme untuk melindungi penumpang di dalam kabin.
Pada saat yang sama, performa tinggi tetap menjadi alasan mobil ini tidak bisa diperlakukan seperti kendaraan harian biasa. Respons mesin yang sangat buas menuntut konsentrasi penuh setiap kali supercar ini dibawa melaju di jalan umum.
Source: otomotif.kompas.com






