Mazda 6e semakin dekat ke pasar Indonesia dan berpotensi mencuri perhatian di GIIAS 2026. PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sudah mengonfirmasi kehadirannya, dengan debut resmi yang disebut berlangsung pada ajang tersebut mulai 29 Juli 2026.
Kehadiran model ini terasa penting karena Mazda 6e bukan sedan listrik biasa. Mobil ini merupakan versi global dari Mazda EZ-6 yang lebih dulu dipasarkan di China, hasil kolaborasi Mazda dengan Changan.
Langkah baru Mazda lewat Changan
Mazda 6e hadir sebagai bagian dari strategi baru Mazda di kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Dalam langkah ini, Mazda menggandeng Changan untuk mempercepat pengembangan mobil listrik dengan memanfaatkan platform yang sudah ada.
Strategi itu muncul setelah beberapa model elektrifikasi sebelumnya seperti MX-30 dan CX-30 EV belum memberi hasil sesuai harapan. Dari kerja sama tersebut, Mazda kini punya sedan listrik EZ-6 dan SUV listrik EZ-60 yang di pasar global dikenal sebagai CX-6e.
Hasil awalnya mulai terlihat di China. Dalam periode April 2025 hingga Maret 2026, pengiriman kendaraan elektrifikasi Mazda di pasar itu mencapai lebih dari 91 ribu unit dan melampaui target internal perusahaan.
Desain khas Mazda di atas basis Changan
Mazda 6e dibangun menggunakan platform EPA1 milik Changan, platform yang juga dipakai sedan listrik Deepal L07. Meski berbagi basis, Mazda tetap menjaga identitas merek lewat bahasa desain Kodo Design.
Tampilan depannya dibuat modern dengan gril tertutup dan lampu utama berdesain ramping. Siluet sedan fastback juga memberi kesan elegan sekaligus sporty.
| Dimensi Mazda 6e | Data |
|---|---|
| Panjang | 4.921 mm |
| Lebar | 1.890 mm |
| Tinggi | 1.485 mm |
| Wheelbase | 2.895 mm |
Ukuran bodinya tergolong besar untuk kelas sedan listrik premium. Ini membuat Mazda 6e punya proporsi yang lebih serius di atas kertas dibanding banyak rival sekelasnya.
Performa RWD dan jarak tempuh yang kompetitif
Mazda 6e mengandalkan satu motor listrik yang menggerakkan roda belakang atau Rear Wheel Drive. Konfigurasi ini memberi karakter berkendara yang lebih sporty dibanding penggerak roda depan.
| Spesifikasi Utama | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Tenaga | 190 kW / sekitar 254 dk | Spesifikasi motor listrik utama |
| Torsi | 320 Nm | Spesifikasi motor listrik utama |
| Tenaga global | sekitar 225 hp | Tergantung konfigurasi pasar |
| Torsi global | 290 Nm | Tergantung konfigurasi pasar |
Di sisi daya jelajah, Mazda menyiapkan dua opsi baterai. Ada baterai Lithium Ferro Phosphate atau LFP berkapasitas hingga 78 kWh yang diklaim mampu menempuh 545 km dalam sekali pengisian.
Versi lain memakai baterai 68,8 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 600 km berdasarkan standar CLTC. Dua opsi ini membuat Mazda 6e terlihat cukup serius untuk masuk ke segmen sedan listrik premium.
Fast charging jadi daya tarik utama
Kemampuan pengisian daya menjadi salah satu keunggulan paling menonjol. Mazda 6e sudah mendukung DC fast charging hingga 194 kW.
Dengan dukungan itu, pengisian baterai dari 10 persen ke 80 persen diklaim hanya memerlukan sekitar 24 menit. Angka tersebut membuat Mazda 6e terasa siap bersaing di pasar yang makin menuntut efisiensi waktu pengisian.
Menariknya, Mazda juga menyiapkan varian Range Extended Electric Vehicle atau REEV di sejumlah pasar. Opsi itu ditujukan bagi konsumen yang membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh lebih jauh.
Jika benar melantai di GIIAS 2026, Mazda 6e akan menambah pilihan sedan listrik premium di Indonesia. Mobil ini membawa perpaduan desain khas Mazda, performa RWD, teknologi pengisian cepat, dan jarak tempuh yang kompetitif untuk konsumen Tanah Air.
Source: moladin.com






