Matahari Terekam Merobek Ekor Komet Lemmon, PUNCH Menangkap Dua Kali Sobekan

Momen langka saat Matahari merobek ekor Komet Lemmon kini bisa dilihat lebih jelas lewat visual ilmiah NASA. Rekaman itu memperlihatkan ekor komet C/2025 A6 yang sempat bergoyang tidak stabil, lalu terputus dua kali saat melintas dekat Matahari.

Peristiwa ini penting bukan hanya karena dramatis secara visual, tetapi juga karena menunjukkan seberapa kuat cuaca antariksa bisa mengubah benda langit yang melintas di wilayah aktivitas Matahari tinggi. NASA menampilkan kejadian itu dalam episode terbaru seri video ilmiah Illuminate berjudul Sun Rips Comet’s Tail in Half.

Interaksi Komet dan Aliran Plasma Matahari

Fenomena tersebut terjadi ketika Komet Lemmon melewati wilayah dekat Matahari pada Oktober 2025. Pada waktu yang sama, Matahari melepaskan coronal mass ejection atau CME, yakni lontaran massa korona berupa ledakan besar plasma dan medan magnet yang bergerak cepat ke ruang angkasa.

Data dari misi PUNCH milik NASA menunjukkan ekor komet mulai goyah sebelum akhirnya putus. Pengamatan itu juga merekam robekan ekor yang terjadi dua kali akibat interaksi langsung dengan aliran plasma Matahari.

Fakta UtamaDetail
Objek yang diamatiKomet C/2025 A6 Lemmon
Peristiwa utamaEkor komet terganggu dan terputus dua kali
PemicuCME dari Matahari dan aliran plasma Matahari
Sumber pengamatanMisi PUNCH NASA
Frekuensi pemotretanSetiap 4 hingga 8 menit selama 3 bulan

PUNCH atau Polarimeter to Unify the Corona and Heliosphere memotret Komet Lemmon dengan interval setiap empat hingga delapan menit selama tiga bulan. Rangkaian pengamatan panjang itu memberi gambaran rinci tentang perubahan ekor komet saat terkena dampak cuaca antariksa.

Lewat data tersebut, ilmuwan dapat melihat bagaimana partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan komet yang melintas di sekitarnya. Dari sana, tekanan lingkungan antariksa pada ekor komet yang rapuh bisa dinilai lebih jelas.

Kenapa Temuan Ini Penting untuk Sains

NASA menegaskan bahwa kejadian seperti ini membantu memahami pengaruh cuaca antariksa terhadap benda langit. Lontaran massa korona terbukti dapat mengubah struktur fisik komet secara signifikan ketika komet berada di wilayah dengan aktivitas Matahari tinggi.

Selain menarik untuk dilihat, rekaman ini juga menjadi contoh bagaimana pengamatan berkelanjutan bisa menangkap perubahan yang sangat cepat di sekitar komet. Dokumentasi tersebut disebut sebagai salah satu yang paling panjang dan terperinci mengenai interaksi komet dengan aktivitas cuaca antariksa.

Bagian dari Seri Visual Ilmiah Illuminate

Seri Illuminate diproduksi oleh Lacey Young dan Joy Ng melalui NASA’s Goddard Space Flight Center. Program ini dirancang untuk menyajikan visualisasi ilmiah yang mudah dipahami masyarakat tanpa mengorbankan akurasi data observasi tata surya.

Dalam dokumentasi Komet Lemmon, NASA menunjukkan bahwa perubahan pada ekor komet bisa dipantau secara detail melalui misi pengamatan yang berjalan berkelanjutan. Hasilnya memberi gambaran yang kuat tentang bagaimana Matahari dapat memengaruhi objek yang melintas dekat dengannya.

Source: mediaindonesia.com
Terkait