Spektrum Upper 6 GHz kini menjadi salah satu keputusan paling menentukan bagi arah konektivitas Indonesia. MASTEL mendorong agar pita frekuensi ini dialokasikan sebagai fondasi 5G-Advanced dan 6G, di tengah kebutuhan mendesak akan spektrum mid-band yang memadai.
Langkah itu tidak sekadar soal teknis frekuensi. Keputusan atas Upper 6 GHz dinilai akan berdampak panjang pada investasi digital, perluasan jaringan, inovasi industri, dan target besar Visi Digital Indonesia 2045.
Taruhan Besar di Pita 6425–7125 MHz
Upper 6 GHz berada pada rentang 6425–7125 MHz dan dipandang sebagai frekuensi yang krusial untuk konektivitas masa depan. Kebijakan pemanfaatannya di Indonesia masih dibahas, tetapi MASTEL menilai arah akhirnya akan sangat menentukan daya saing digital nasional.
Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menekankan bahwa forum yang mereka gelar harus menjadi ruang bersama berbasis data. Ia juga mengingatkan agar Indonesia tidak mengulang keterlambatan adopsi teknologi seperti pada fase awal 5G.
Menurut Sarwoto, keterbatasan frekuensi dan kesiapan ekosistem saat itu menjadi pelajaran penting. Karena itu, langkah menuju generasi jaringan berikutnya perlu dibuat lebih matang sejak awal.
Mengumpulkan Pemerintah, Operator, dan Kampus
Forum nasional yang diselenggarakan MASTEL mempertemukan pemerintah, regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi, asosiasi industri, dan pelaku ekosistem digital. Sejumlah tokoh dari Kemenko Polkam, Komdigi, dan Bappenas ikut hadir dalam diskusi itu.
Forum tersebut juga menghadirkan panelis internasional dan nasional dari GSMA dan ATSI. Dari sisi industri dan akademik, diskusi diisi perwakilan Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, Huawei, Qualcomm, ITB, Telkom University, Unpad, dan UI.
| Tokoh / Perwakilan | Institusi | Peran |
|---|---|---|
| Sarwoto Atmosutarno | MASTEL | Ketua Umum |
| Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto | Kemenko Polkam | Peserta diskusi |
| Adis Alifiawan | Komdigi | Peserta diskusi |
| Andreas Bondan Satriadi | Bappenas | Peserta diskusi |
Output yang Ditargetkan untuk Pemerintah
MASTEL tidak ingin forum ini berhenti sebagai diskusi semata. Organisasi itu menargetkan lahirnya Deklarasi Bersama Industri yang mendukung pemanfaatan Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband.
Selain itu, forum ini juga menyiapkan Ringkasan Eksekutif dan Dokumen Rekomendasi Kebijakan MASTEL sebagai masukan formal bagi pemerintah. Ada pula dorongan pembentukan Working Group khusus untuk mengawal pengembangan spektrum 5G-Advanced dan 6G.
Di tengah persaingan teknologi regional, dorongan tersebut menempatkan Upper 6 GHz sebagai isu yang tak bisa ditunda terlalu lama. MASTEL ingin Indonesia memiliki fondasi frekuensi yang cukup kuat untuk mengejar generasi konektivitas berikutnya dan menjaga daya saing digital di masa depan.
Source: www.medcom.id






