
Masjid Al Akbar Surabaya menyiapkan kapasitas besar untuk Shalat Idul Adha dengan target 40.000 jemaah. Ibadah akan digelar pada Rabu sekitar pukul 06.00 WIB dan dipusatkan di lantai satu, lantai dua, serta halaman masjid.
Pengaturan ini dibuat agar arus kedatangan jemaah tetap tertib di tengah lonjakan jumlah peserta. Panitia juga menempatkan skema akses masuk yang berbeda untuk jemaah laki-laki dan perempuan.
Pelaksanaan Shalat Id akan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya KH. Abdul Hamid Abdullah. Panitia mengusung tema “Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul”.
Akses jemaah diatur per sisi masjid
Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M. Noor, mengatakan seluruh area utama sudah disiapkan untuk menampung jemaah. Untuk jemaah perempuan, akses dibuka melalui sisi utara lewat pintu nomor 1, 3, 4, dan 8.
Jalur perempuan juga tersedia dari sisi timur melalui pintu 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 32, 33, dan 34. Selain itu, jemaah perempuan bisa masuk dari sisi selatan melalui pintu 37, 38, dan 39.
Untuk jemaah laki-laki, akses sisi utara dibuka melalui lorong wudlu antara pintu 5 dan 6. Jalur lain tersedia dari sisi timur lewat pintu 23 dan 25, serta dari sisi selatan melalui pintu 41, 43, 44, dan lorong wudlu antara pintu 40 dan 41.
Parkir roda dua dan roda empat disiapkan
Masjid Al Akbar Surabaya juga menyiapkan sejumlah titik parkir bagi jemaah yang datang dengan kendaraan. Parkir roda dua berada di sisi utara dengan kapasitas 1.500 unit dan infak parkir Rp 2.000.
Untuk mobil, parkir roda empat disediakan di sisi selatan dengan akses masuk dari depan Gedung MUI Jatim. Kapasitasnya 100 unit dengan infak parkir Rp 5.000.
Area barat masjid disiapkan khusus untuk undangan bermobil yang membawa stiker VIP. Lokasi parkir tambahan tersebar di area lapangan Pasar Rakyat Jambang Utara Masjid Al Akbar Surabaya, area parkir Gereja Katolik Sakramen Mahakudus, area lapangan SMPN 22 Surabaya, dan badan jalan kawasan Masjid Al Akbar yang dikoordinasikan oleh Dishub Kota Surabaya.
Tim medis siaga selama ibadah
Panitia menyiagakan tim medis dari RSUD dr Soetomo Surabaya dan enam unit ambulans selama pelaksanaan ibadah. Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi jemaah yang membutuhkan tindakan medis.
Helmy juga mengimbau jemaah membawa alas kaki ke ruang shalat di dalam tas kecil atau wadah sejenis. Cara itu dimaksudkan agar alas kaki tetap aman dan kerumunan usai Shalat Idul Adha bisa dihindari.
Penyaluran hewan kurban ikut dipersiapkan
Selain salat, Masjid Al Akbar Surabaya juga menerima penyaluran hewan kurban dari sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Presiden Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.
Sapi kurban yang disalurkan masuk kategori unggulan. Sapi milik Prabowo berjenis PO atau Peranakan Ongole dengan berat 1,1 ton, sedangkan sapi milik Khofifah merupakan Belgian Blue seberat 1 ton.
Sapi milik Emil Dardak juga berjenis PO dengan berat 900 kilogram. Adhy Karyono menyalurkan sapi PO seberat 800 kilogram, dan penyembelihan hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2026 mulai pukul 06.00 WIB.
Source: surabaya.kompas.com




