PT United Tractors Tbk menyiapkan kembalinya operasional tambang emas Martabe di Sumatera Utara pada pertengahan Mei. Setelah sempat berhenti sejak akhir tahun lalu, perusahaan menargetkan produksi awal sekitar 60.000 ounce saat kegiatan tambang kembali berjalan.
Kepastian itu disampaikan Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, dalam konferensi pers di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta. Tambang Martabe dikelola oleh PT Agincourt Resources, anak usaha UNTR, dan menjadi salah satu aset penting dalam portofolio pertambangan perseroan.
Pemulihan Operasi Dilakukan Bertahap
UNTR kini menyiapkan langkah teknis untuk memulai kembali aktivitas tambang secara bertahap. Perusahaan memanggil kembali karyawan yang sempat dirumahkan saat penghentian sementara berlangsung.
Selain itu, perseroan meminta para kontraktor kembali ke lokasi untuk menyiapkan pekerjaan awal di lapangan. Kesiapan alat berat juga menjadi perhatian agar produksi bisa dimulai tanpa hambatan berarti.
Target produksi sekitar 60.000 ounce itu masih bergantung pada kecepatan pemulihan operasional. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, aktivitas tambang bisa kembali masuk ke fase normal dalam waktu dekat.
Faktor Lingkungan Masih Jadi Penentu
Penghentian operasi Martabe sebelumnya diputuskan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada 6 Desember. Keputusan ini diambil setelah inspeksi udara dan darat untuk menilai risiko banjir dan longsor di hulu DAS Batang Toru.
Pemerintah lalu melakukan audit lingkungan terhadap seluruh perusahaan di hulu DAS Batang Toru sejak Desember 2025. Langkah itu bertujuan memverifikasi penyebab banjir yang melanda Sumatera pada akhir tahun lalu.
Dalam proses pembukaan kembali tambang, UNTR menyatakan akan memperkuat pengelolaan lingkungan hidup. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Poin Penting Kembalinya Martabe
- Operasi tambang ditargetkan kembali berjalan pada pertengahan Mei.
- Produksi awal diproyeksikan mencapai sekitar 60.000 ounce.
- Karyawan dan kontraktor mulai dipanggil kembali ke lokasi tambang.
- Keselamatan kerja dan kepatuhan lingkungan menjadi syarat utama.
- Koordinasi dengan pemerintah tetap dijaga selama masa pemulihan.
Kembalinya Martabe akan menjadi momen penting bagi kinerja emas UNTR setelah periode penghentian operasi. Pasar kini menunggu seberapa cepat fasilitas, tenaga kerja, dan rantai pasok bisa pulih, sekaligus bagaimana perusahaan menjaga keseimbangan antara target produksi dan tuntutan kepatuhan lingkungan di kawasan tambang.







