Maroko menunjukkan bahwa perekrutan pemain berdarah ganda bisa mengubah wajah sebuah tim nasional dalam waktu lama. Di Piala Dunia 2026, strategi itu terlihat semakin matang ketika skuad mereka diisi banyak pemain kelahiran luar negeri, termasuk dari Belanda.
Data turnamen memperlihatkan hampir satu dari empat pemain lahir di luar negara yang mereka wakili. Delapan dari 48 tim peserta bahkan memiliki jumlah pemain kelahiran luar negeri yang sama banyaknya dengan pemain kelahiran dalam negeri.
Jejak panjang rekrutmen di Eropa
Royal Moroccan Football Federation mulai berinvestasi besar lebih dari satu dekade lalu untuk menemukan talenta berdarah ganda di Eropa. Pengamatan dilakukan di Prancis, Belgia, Spanyol, dan Belanda, lalu hubungan dengan pemain serta keluarga dibangun jauh sebelum keputusan di level senior muncul.
Pendekatan itu tidak hanya menargetkan pemain muda, tetapi juga orang-orang di sekitar mereka. Mantan direktur teknik Maroko, Pim Verbeek, menjelaskan bahwa keluarga sering memegang peran yang sama pentingnya dengan sepak bola dalam menentukan keputusan seorang pemain.
| Gambaran Skuad Maroko | Data Penting |
|---|---|
| Total pemain skuad Mohamed Ouahbi | 26 |
| Pemain lahir di luar negeri | 19 |
| Pemain lahir di Maroko saat melawan Brazil di fase grup | 0 di starting XI, setelah Azzedine Ounahi digantikan pada babak kedua |
Situasi itu mencatatkan momen bersejarah ketika Maroko melawan Brazil di fase grup. Setelah Azzedine Ounahi yang lahir di Maroko ditarik keluar pada babak kedua, tim tersebut tampil dengan starting XI yang seluruhnya lahir di luar negeri.
Belanda bukan lagi satu-satunya medan persaingan
Belanda pernah menjadi arena persaingan utama dalam perebutan talenta berdarah ganda. Pada masa sebelumnya, pemain seperti Khalid Boulahrouz dan Ibrahim Afellay memilih Belanda karena tertarik pada kesempatan membela salah satu kekuatan tradisional sepak bola internasional.
Namun, Maroko perlahan membangun kedekatan yang lebih konsisten dengan para pemain dan keluarga mereka. Hasilnya terlihat dari komposisi skuad di Piala Dunia 2018, saat ada lima pemain kelahiran Belanda, lalu naik menjadi 14 pemain kelahiran luar negeri dari 26 pemain skuad empat tahun kemudian ketika Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Di Piala Dunia 2026, pola itu tampak sebagai ciri yang paling menonjol dari tim Maroko. Mereka hadir bukan sekadar sebagai tim dengan komposisi internasional, tetapi sebagai contoh bagaimana rekrutmen yang terencana dapat mengubah identitas skuad nasional secara berkelanjutan.
Source: www.bbc.com






