Marc Marquez Samai Rekor Sachsenring, Namun Kecelakaan Alex Mengusik Kemenangannya

Marc Marquez menuntaskan MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring dengan kemenangan penting bersama Ducati Lenovo. Namun, pencapaian besar itu terasa tidak lengkap karena Alex Marquez, adiknya, gagal finis setelah sempat menempati posisi kedua.

Marc berharap mereka dapat berbagi podium dalam momen yang memiliki arti khusus bagi keluarga. Harapan tersebut lenyap ketika Alex terjatuh di tengah balapan, sehingga sang kakak mengaku tidak bisa merasakan kebahagiaan sepenuhnya.

“Sejujurnya, saya tidak 100 persen bahagia karena saya juga ingin melihat Alex berada di sini, di podium,” kata Marc Marquez dalam program After the Flag di MotoGP.com. Pernyataan itu menggambarkan kontras antara kemenangan pribadi dan kekecewaan melihat perjuangan Alex berakhir lebih awal.

Perjuangan Alex Mendapat Pengakuan Marc

Marc menilai performa Alex sebelum insiden menunjukkan proses pemulihan yang mengesankan. Alex disebut telah bekerja keras untuk kembali kompetitif setelah mengalami insiden di Montmelo dua bulan sebelumnya.

Menurut Marc, usaha yang ditunjukkan adiknya bahkan melampaui bayangannya. “Saya tahu dia pekerja keras, tetapi apa yang dia lakukan bahkan melampaui ekspektasi saya. Dia membalap dengan sangat baik,” ujarnya.

Kecepatan Alex di Sachsenring membuat peluang finis podium keluarga terbuka hingga balapan berlangsung. Karena itu, hasil akhir tersebut meninggalkan perasaan campur aduk bagi Marc, meski ia berhasil mengendalikan lomba di depan.

10 Kemenangan dan Rekor yang Disamai

Kemenangan ini membawa Marc mencapai koleksi 10 kemenangan MotoGP di Sachsenring. Angka tersebut menyamai catatan Giacomo Agostini sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak kelas premier di satu sirkuit.

PembalapSirkuitCatatan Kemenangan
Marc MarquezSachsenring10 kemenangan MotoGP
Giacomo AgostiniImatra10 kemenangan kelas premier

Agostini membukukan rekor tersebut di Imatra, yang bertahan sejak 1975. Setelah 51 tahun, Marc akhirnya mampu menyamai pencapaian itu lewat dominasinya di Sachsenring.

Bagi Marc, 10 kemenangan di satu lintasan pada kelas MotoGP merupakan capaian luar biasa. Rekor itu juga terasa berarti karena perjalanan kariernya sempat terganggu cedera sejak 2020.

Masa sulit tersebut membuatnya belajar menghadapi tekanan mental dari satu musim ke musim berikutnya. Marc memilih memusatkan perhatian pada aspek yang dapat ia kendalikan, mulai dari gaya membalap hingga kerja sama dengan tim.

Ban Depan Sempat Menjadi Alarm

Balapan Marc tidak berjalan tanpa tantangan, meski akhirnya berbuah kemenangan. Ia langsung menekan sejak awal, lalu merasakan ban depan motornya mulai berada di batas kemampuan.

“Saya menekan sejak awal, tetapi kemudian saya melihat ban depan sudah berada di batas,” kata Marc. Ia merasakan respons yang tidak biasa dan belum bisa memastikan apakah ban itu mengalami graining atau persoalan lain.

Marc kemudian mengurangi kecepatan, keputusan yang membuat rombongan pembalap di belakang kembali mendekat. Setelah memahami perilaku ban depannya, ia kembali meningkatkan ritme untuk mengamankan posisi terdepan.

Serangan kedua itu menjadi fase penentu dalam membangun jarak. Marc menjelaskan keunggulan sekitar satu setengah hingga dua detik di Sachsenring akan sangat sulit dikejar oleh pembalap lain.

Ia juga memuji kerja kru Ducati Lenovo yang menemukan pengaturan terbaik sepanjang akhir pekan. “Di sisi garasi kami, semuanya berjalan sangat baik dan kami menemukan cara terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal sepanjang akhir pekan ini,” ujar Marc.

Ketenangan membaca kondisi motor menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut. Di tengah rekor yang berhasil disamai, perhatian Marc tetap tertuju pada Alex dan peluang podium yang lepas akibat kecelakaan itu.

Source: www.liputan6.com
Terkait