MacBook Neo Tak Lagi Murah, Harga Indonesia Masih Tahan Tapi Bisa Naik

Author: Cung Media

MacBook Neo mulai kehilangan statusnya sebagai laptop paling murah dari Apple setelah harga di pasar luar negeri naik 100 dolar AS per model. Namun, untuk pembeli di Indonesia, banderol resminya masih bertahan di level lama untuk saat ini.

Situasi ini membuat banyak calon pembeli menunggu apakah harga lokal akan segera menyesuaikan atau masih bertahan lebih lama. Di sisi lain, kenaikan di luar negeri memberi sinyal bahwa pergerakan harga produk Apple belum berhenti.

Kenaikan yang paling terasa di luar negeri

Di pasar global, varian 256 GB MacBook Neo kini dijual 699 dolar AS atau sekitar Rp 12,6 juta. Varian 512 GB ikut naik menjadi 799 dolar AS atau sekitar Rp 14,4 juta.

Sebelumnya, model 256 GB dibanderol 599 dolar AS atau sekitar Rp 10,8 juta. Untuk varian 512 GB, harganya juga naik dari 699 dolar AS menjadi 799 dolar AS.

Perubahan itu membuat MacBook Neo tidak lagi semurah saat debutnya pada Maret lalu. Langkah tersebut juga memperkuat kesan bahwa harga lini Apple sedang bergerak naik secara bertahap.

Harga Indonesia masih belum ikut berubah

Pantauan di situs resmi penjualan produk Apple menunjukkan MacBook Neo di Indonesia masih dijual Rp 10.749.000 untuk varian 8 GB/256 GB. Varian 8 GB/512 GB juga masih berada di Rp 12.999.000.

Dengan harga itu, pasar Indonesia belum mengikuti kenaikan yang sudah terjadi di luar negeri. Artinya, konsumen masih bisa menemukan harga lama di kanal resmi untuk sementara waktu.

Varian Harga Global Baru Harga Global Lama Harga Indonesia
256 GB 699 dolar AS 599 dolar AS Rp 10.749.000
512 GB 799 dolar AS 699 dolar AS Rp 12.999.000

Produk Apple lain juga masih tercantum di harga lama

Di situs yang sama, MacBook Air 13 inci M5 tercatat dijual Rp 20.499.000 untuk varian 10-core CPU, 8-core GPU, 16 GB/512 GB. Varian 10-core CPU, 10-core GPU, 16 GB/1 TB dipasang di Rp 23.999.000, sedangkan versi 24 GB/1 TB berada di Rp 27.499.000.

MacBook Air 15 inci masih tampil dengan harga Rp 22.999.000 untuk varian 256 GB dan Rp 26.999.000 untuk varian 512 GB. Sementara itu, MacBook Pro M5 dibanderol Rp 28.000.000 untuk 16 GB/512 GB, Rp 31.500.000 untuk 16 GB/1 TB, dan Rp 34.500.000 untuk 24 GB/1 TB.

Kenapa penyesuaian di Indonesia bisa datang belakangan

Ada kemungkinan unit yang masih dijual di Indonesia berasal dari stok lama. Dalam kondisi seperti itu, harga bisa bertahan sampai unit baru masuk dan mengikuti acuan harga yang lebih baru.

Kenaikan harga juga masih dikaitkan dengan kelangkaan komponen memori seperti RAM dan storage. Karena itu, perubahan harga di Indonesia bisa muncul belakangan ketika stok baru mulai menggantikan unit yang tersedia sekarang.

Source: gadgetsquad.id
Terbaru