Panik karena dompet tertinggal kini tidak selalu berarti dokumen kendaraan ikut bermasalah. Korlantas Polri menghadirkan SIM Digital sebagai versi elektronik resmi Surat Izin Mengemudi yang bisa diakses lewat ponsel.
Layanan ini membuat pengendara lebih mudah menunjukkan identitas berkendara tanpa harus selalu membawa kartu fisik. SIM Digital tersimpan dalam aplikasi Digital Korlantas Polri dan dapat ditampilkan saat pemeriksaan kepolisian di jalan raya, meski penerapannya masih dalam tahap uji coba.
Dokumen SIM pindah ke layar ponsel
SIM Digital memuat data penting yang sama seperti kartu fisik. Informasi yang tersimpan mencakup identitas pemilik, nomor SIM, masa berlaku, dan QR Code dinamis yang telah tersertifikasi.
Keberadaan QR Code dinamis menjadi bagian dari fitur keamanan dokumen elektronik ini. Dengan format digital, dokumen berkendara bisa disiapkan lebih cepat ketika dibutuhkan di lapangan.
Bagi banyak pengendara, skema ini menjawab kekhawatiran sederhana yang sering muncul dalam aktivitas harian. Kartu SIM yang tertinggal di rumah tidak lagi menjadi satu-satunya penghalang ketika dokumen perlu ditunjukkan.
Cara mengaktifkan lewat aplikasi
Seluruh proses pembuatan SIM Digital dilakukan secara daring melalui aplikasi Digital Korlantas Polri. Aplikasi ini tersedia di Google Play Store untuk Android dan App Store untuk iOS.
Setelah aplikasi terpasang, pengguna perlu mendaftar dengan nomor handphone aktif. Langkah berikutnya adalah verifikasi email, lalu memasukkan Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP elektronik.
Tahap berikutnya menggunakan verifikasi wajah melalui kamera ponsel. Setelah akun terverifikasi, pengguna masuk ke halaman utama aplikasi dan memilih menu SIM Nasional atau menu digitalisasi.
Di tahap itu, data SIM bisa dimasukkan secara manual atau dipindai dari kartu SIM fisik. Sistem kemudian menarik data yang diperlukan sebelum pengguna menekan tombol “Verifikasi SIM Saya”.
Jika proses berhasil, SIM Digital akan tampil di layar ponsel. Tampilan itu sudah memuat QR Code dinamis yang tersertifikasi dan siap ditunjukkan saat diperlukan.
Praktis, tapi tetap bergantung pada kecocokan data
Meski berbentuk elektronik, isi SIM Digital tetap harus sesuai dengan identitas dan SIM fisik yang dimiliki. Sistem ini bergantung pada ketepatan data yang dimasukkan pengguna saat proses aktivasi.
Karena dilakukan sepenuhnya dari aplikasi, layanan ini juga memangkas kebutuhan tatap muka untuk pengaktifan. Hal itu membuat akses dokumen berkendara terasa lebih praktis bagi pengguna ponsel.
Namun, penggunaan SIM Digital tetap berada dalam koridor pemeriksaan resmi. Artinya, dokumen ini bukan sekadar tampilan di layar, melainkan versi elektronik resmi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari.
Bagi pengendara yang ingin menghindari kerepotan saat membawa dompet atau kartu fisik, SIM Digital menawarkan alternatif yang lebih ringkas. Dokumen berkendara kini bisa berada di genggaman, selama proses aktivasi dilakukan dengan data yang benar dan akun sudah terverifikasi.
Source: www.medcom.id