Lomba Sihir Mengubah Bayangan Kehilangan Jadi Lagu Paling Personal di Di Seberang

Lomba Sihir membawa tema kehilangan ke wilayah yang lebih dekat dan personal lewat “Di Seberang”. Lagu ini tidak hanya bicara soal ditinggal maut, tetapi juga tentang bagaimana manusia menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Di saat yang sama, band asal Jakarta itu tetap mempertahankan tenaga alternative rock yang keras dan berisik. Hasilnya, tema yang berat terasa hadir dalam balutan musik yang tetap punya identitas kuat.

Berangkat dari obrolan yang sangat sehari-hari

“Di Seberang” dirilis Sun Eater pada 15 Juli 2026 dan ditulis oleh Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, serta Baskara Putra atau Hindia. Lomba Sihir juga ikut memproduseri lagu ini, dengan Rishanda Singgih tampil sebagai pemain bas tamu.

Ide lagu ini lahir dari percakapan sederhana tentang kematian yang kerap muncul dalam keseharian para personel. Enrico mengatakan gagasan itu bermula dari obrolan dengan pasangannya mengenai kemungkinan jika salah satu meninggal lebih dulu.

Obrolan itu lalu berkembang menjadi diskusi tentang langkah dan rencana yang perlu disiapkan bila hal tersebut benar-benar terjadi. Dari situ, “Di Seberang” tumbuh sebagai lagu yang berbicara tentang kehilangan sekaligus kesiapan menghadapi skenario paling sulit.

InformasiDetail
Judul laguDi Seberang
Rilis15 Juli 2026
LabelSun Eater
Penulis laguNatasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, Baskara Putra
Pengisi bas tamuRishanda Singgih

Nuansa yang kembali keras

Secara musik, lagu ini mengembalikan sisi alternative rock Lomba Sihir yang lebih galak. Dentuman riff gitar berdistorsi membuatnya mengingatkan pada “Seragam Ketat” dan “Nirrrlaba” dari album Selamat Datang di Ujung Dunia.

Baskara Putra menjelaskan bahwa lagu ini dikerjakan secara bersama dan berlapis. Setelah topik ditentukan, komposisi disusun lebih dulu sebelum sesi berikutnya diisi ide nada vokal dan lirik.

“Gue berusaha menyintesiskan apa yang sering Enrico ceritakan ke gue saat dia bicara tentang topik tersebut, dan muncullah liriknya,” kata Baskara Putra. Pendekatan itu membuat tema yang berat tetap terasa dekat tanpa kehilangan sisi bising yang menjadi ciri band.

Gerbang menuju album yang lebih intim

“Di Seberang” juga menjadi pintu masuk menuju album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang akan dilepas pada 4 September mendatang. Album ini merupakan perpanjangan atau deluxe edition dari Obrolan Jam 3 Pagi, album kedua Lomba Sihir yang beredar pada 2025.

Album baru itu disebut berisi lagu-lagu dengan tema yang lebih mendalam dan personal. Ide proyek ini muncul setelah para personel duduk bersama dan membahas arah musik mereka selanjutnya.

Dari percakapan itu, mereka merasa masih ada sisi dari Obrolan Jam 3 Pagi yang layak dieksplorasi, terutama bagian yang lebih dekat dengan pengalaman pribadi. Saat memilih “Di Seberang” sebagai single, Udu menyebut lagu ini sebagai pembuka yang tepat untuk arah album tersebut.

Enrico juga menekankan bahwa karya yang sudah dirilis tidak lagi hanya milik penciptanya. Ia berharap “Di Seberang” bisa menjadi teman bagi para pendengar dalam menjalani keseharian mereka.

Video musik “Di Seberang” mempertegas cara Lomba Sihir mengolah tema berat tanpa melepaskan tenaga musiknya. Di saat yang sama, lagu ini menandai langkah baru menuju proyek Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang akan membawa mereka ke wilayah yang lebih intim.

Source: www.medcom.id
Terkait