Hellcrust kembali jadi bahan pembicaraan di skena musik ekstrem setelah memperkenalkan formasi terbarunya lewat singel anyar berjudul Rekonstruksi Kerak Neraka. Munculnya Daniel Mardhani sebagai vokalis baru langsung memantik reaksi khas dari para penggemar: “Lo lagi lo lagi!”
Bagi Balamaut, sebutan untuk penggemar Hellcrust, kejutan itu sebenarnya tidak sepenuhnya besar. Daniel bukan sosok asing di lingkaran dekat band death metal asal Jakarta itu, sehingga kehadirannya di posisi vokal terasa seperti kelanjutan dari hubungan yang sudah lama terbangun.
Formasi baru yang terasa saling terhubung
Susunan terbaru Hellcrust juga memperlihatkan betapa rapatnya jejaring para personel di ranah death metal. Band ini kini diisi Andyan Gorust, Dirk, Nyoman Bije, dan Daniel, yang juga punya kedekatan kuat dengan Darksovls.
Kondisi itu membuat komentar “Lo lagi lo lagi” terasa pas untuk menggambarkan respons publik. Di satu sisi, situasi ini menunjukkan kedekatan antar-musisi yang memang sudah lama berada dalam ekosistem yang sama.
Di sisi lain, Hellcrust tetap menegaskan identitasnya sendiri. Band ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya nama-nama yang sama, melainkan tetap membawa karakter yang dibedakan secara musikal.
Hellcrust dan Darksovls tidak berjalan dengan warna yang sama
Walau dihuni personel yang berkaitan erat dengan Darksovls, Hellcrust tidak bergerak dengan pendekatan yang identik. Hellcrust disebut mempertahankan karakter death metal yang lebih melodis.
Sebaliknya, Darksovls cenderung tampil dengan nuansa yang lebih teknis dan rumit. Perbedaan ini penting karena menunjukkan bahwa hubungan personel tidak otomatis menyatukan seluruh proyek ke dalam satu warna musik yang sama.
Dengan begitu, Hellcrust tetap berdiri sebagai kanal yang punya arah jelas. Fondasinya tetap ekstrem, tetapi pendekatannya dibuat berbeda agar karakter band tetap terasa.
Daniel membawa perubahan pada lini vokal
Masuknya Daniel juga memberi warna baru pada sisi vokal Hellcrust. Dalam materi terbaru itu, performanya disebut lebih solid dan gahar.
Ia dinilai berhasil memodifikasi karakter growl agar cocok dengan kebutuhan band. Perubahan ini memperlihatkan bahwa pergantian personel tidak hanya soal nama baru, tetapi juga soal penyesuaian karakter suara yang memengaruhi identitas lagu.
Keberadaan Daniel di posisi vokal juga makin memperjelas hubungan antarpersonel yang sudah lama terjalin. Sebelumnya, Nyoman Bije lebih dulu dikenalkan sebagai gitaris baru Darksovls, menggantikan Christopher Bollemeyer alias Coki.
Di band yang sama, sudah ada Daniel, Andyan Gorust, Dirk, dan Bonny Sidharta. Susunan itu memperlihatkan bagaimana para musisi ini bergerak di beberapa proyek sekaligus tanpa meninggalkan jalur utama masing-masing.
Jaringan proyek yang saling bersinggungan
Keterhubungan itu tidak berhenti pada Hellcrust dan Darksovls. Ada juga BongaBonga, unit thrash metal lain yang turut melibatkan Daniel sebagai vokalis dan Bonny pada posisi bass.
Rangkaian proyek tersebut menunjukkan bahwa para musisi ini aktif di lebih dari satu wadah kreatif. Hellcrust pun tetap menjadi salah satu ruang utama mereka untuk menyajikan musik ekstrem dengan pendekatan yang lebih melodis, tetapi tetap keras dan menghantam.
Bagi pendengar, formasi anyar ini memberi dua pesan sekaligus. Hellcrust membawa wajah baru lewat Daniel, namun tetap mempertahankan jalur musikal yang membedakannya dari proyek lain di lingkar personelnya.
Source: www.suara.com






