Lisensi Micromine Rp10 Miliar Buka Jalan Mahasiswa Kolaka ke Dunia Tambang

Mahasiswa pertambangan di Kolaka kini berpeluang mempelajari perangkat digital yang digunakan di industri tambang global. PT Ceria Nugraha Indotama memfasilitasi 10 lisensi akademik Micromine untuk Universitas Sembilanbelas November Kolaka dengan nilai sekitar Rp10 miliar.

Dukungan ini menjadi penting karena pembelajaran pertambangan tidak lagi hanya mengandalkan teori di ruang kuliah. Akses terhadap perangkat lunak industri diharapkan memberi mahasiswa dan dosen pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Lisensi Akademik untuk Pembelajaran Tambang

Kesepakatan lisensi tersebut dituangkan melalui Academic Software License Agreement antara Micromine Australia Pty Ltd dan USN Kolaka. Penandatanganan berlangsung di Auditorium USN Kolaka pada 15 Juli 2026.

Micromine dikenal sebagai perangkat lunak yang digunakan dalam industri pertambangan dunia. Melalui lisensi akademik, kampus dapat memanfaatkan teknologi ini untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik digital di bidang pertambangan.

AspekDetail
Penerima lisensiUniversitas Sembilanbelas November Kolaka
Jumlah lisensi10 lisensi akademik Micromine
Nilai fasilitasiSekitar Rp10 miliar
Tanggal penandatanganan15 Juli 2026
LokasiAuditorium USN Kolaka

Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman antara Ceria dan USN Kolaka yang ditandatangani pada April 2026. Kolaborasi ini menempatkan penguasaan teknologi sebagai bekal bagi calon tenaga kerja di sektor pertambangan.

Medcom.id melaporkan nilai kontribusi yang difasilitasi Ceria mencapai sekitar Rp10 miliar. Fasilitas itu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas kapasitas tenaga pengajar.

Dukungan untuk SDM Pertambangan Daerah

Penandatanganan perjanjian dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Kolaka, DPRD, pimpinan perguruan tinggi, tenaga pendidik, perwakilan Micromine Australia Pty Ltd, serta pemangku kepentingan lainnya. Ketua DPRD Kabupaten Kolaka I Ketut Arjana dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka Israfil Sanusi Caco turut hadir.

Dari pihak perusahaan, Direktur Utama Ceria Abdul Haris Tatang hadir bersama jajaran direksi dan manajemen. Direktur Operasional Yusram Rantesalu, Direktur Corporate Affairs Djen Rizal, serta Direktur Human Capital & Employee Service Asep Susilo juga mengikuti kegiatan tersebut.

Staf Ahli Bupati Kolaka Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Dr. H. Muh. Azikin, menilai kemitraan ini sebagai investasi bagi masa depan daerah. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki ilmu dan pengalaman berbasis teknologi akan lebih siap berkontribusi saat kembali ke masyarakat.

Rektor USN Kolaka Prof. Dr. H. Nur Ihsan mengapresiasi dukungan Ceria terhadap pengembangan pendidikan di kampusnya. Ia menilai kemitraan tersebut memberi manfaat langsung bagi mutu pembelajaran dan hubungan antara perguruan tinggi dengan industri.

“Kontribusi PT Ceria bagi USN Kolaka merupakan dukungan yang sangat berarti dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujar Nur Ihsan. Pernyataan itu menegaskan bahwa lisensi akademik diposisikan sebagai sarana memperluas kapasitas belajar mahasiswa.

Menjembatani Kampus dan Kebutuhan Industri

Abdul Haris Tatang menyatakan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama di sektor pertambangan modern. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu mengenal perangkat lunak yang digunakan pelaku industri sejak masih berada di bangku kuliah.

“Teknologi berkembang sangat cepat dan harus dapat kita kuasai. Program seperti ini menjadi jembatan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Abdul Haris Tatang.

Fasilitasi lisensi Micromine menjadi bagian dari komitmen Ceria dalam mendukung pendidikan di Kabupaten Kolaka. Sepanjang 2026, perusahaan juga menggagas Program Ceria e-Book Library dan gerakan “Satu Buku dari Setiap Insan Ceria” untuk memperluas akses literasi serta sumber pengetahuan.

Kolaborasi dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah ini diharapkan memperkuat kesiapan talenta pertambangan dari Kolaka untuk bersaing. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan kebutuhan industri pertambangan nasional.

Source: www.medcom.id
Terkait