Lonjakan belanja online kembali membuat ongkos kirim jadi perhatian utama konsumen. Di situ Lion Parcel mencoba masuk dengan Minipack, layanan baru untuk paket ringan dengan berat maksimal 300 gram.
Langkah ini menyasar kebiasaan lama di jasa kirim, ketika paket kecil tetap dikenakan tarif minimum 1 kilogram. Bagi banyak pelanggan, kondisi itu terasa kurang efisien, terutama saat mengirim dokumen, aksesori, atau kosmetik.
Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan pelanggan kerap mengeluhkan situasi saat mereka tetap harus membayar tarif 1 kilogram untuk barang yang jauh lebih ringan. Ia menyebut keadaan itu sering dianggap seperti “bayar angin”.
Tarif lebih sesuai isi paket
Minipack dirancang agar pengirim tidak lagi mengikuti pembulatan tarif 1 kilogram untuk barang ringan. Dengan skema ini, ongkir disebut lebih hemat dan lebih sesuai dengan karakter paket yang dikirim.
Lion Parcel menempatkan layanan tersebut sebagai solusi untuk masyarakat dan pelaku usaha yang rutin mengirim produk berukuran kecil. Perusahaan berharap efisiensi ongkir bisa membuat transaksi menjadi lebih ekonomis.
Meski biaya pengiriman dibuat lebih rendah, standar layanan Minipack diklaim tetap setara dengan layanan reguler Lion Parcel. Kepastian Service Level Agreement atau SLA juga disebut tetap terjaga.
Lahir dari kebutuhan pelanggan
Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika menyebut Minipack lahir dari kebutuhan pelanggan yang terlihat melalui jaringan agen di berbagai daerah. Menurut dia, permintaan pengiriman paket ringan dengan ongkir lebih efisien terus meningkat seiring berkembangnya belanja online.
Lion Parcel saat ini didukung lebih dari 7.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan itu menjadi salah satu titik penting perusahaan untuk menangkap kebutuhan pasar dan mengembangkan layanan baru.
Febri menjelaskan, perusahaan terus menggali insight dari pelanggan lewat jaringan tersebut agar layanan yang dirilis tetap relevan. Permintaan terhadap pengiriman produk kecil menjadi salah satu sinyal paling kuat yang mendorong hadirnya Minipack.
Akses lewat aplikasi dan agen
Minipack dapat diakses melalui aplikasi resmi Lion Parcel maupun lewat jaringan agen di seluruh Indonesia. Layanan ini juga didukung metode pembayaran Cash on Delivery atau COD.
Selain itu, tersedia pula COD Ongkir melalui program Bayar Ongkir di Tempat, Gak Bayar Kalau Telat*. Skema ini memberi opsi tambahan bagi pelanggan yang ingin mengatur pembayaran ongkir secara lebih fleksibel.
Dari sisi operasional, distribusi domestik Lion Parcel disebut sudah mencapai 99 persen wilayah di Indonesia. Kelancaran pengiriman juga ditopang infrastruktur korporasi dan akses langsung ke lebih dari 350 penerbangan milik Lion Group.
Kombinasi jaringan agen, dukungan operasional, dan jangkauan distribusi itu menjadi modal penting bagi Lion Parcel untuk mendorong Minipack ke pasar. Di tengah tingginya kebutuhan pengiriman barang ringan, efisiensi ongkir kini menjadi nilai jual utama layanan barunya.
