Linux Lite 8.0 hadir sebagai pembaruan besar untuk distro yang sudah bertahan selama 14 tahun. Rilis bernama sandi Hematite ini membawa kombinasi yang paling menarik bagi banyak pengguna: installer baru, pembaruan aplikasi inti, dan alat pengelolaan kernel yang lebih fleksibel.
Perubahan itu terasa penting karena Linux Lite tetap mempertahankan Xfce dan LightDM sebagai fondasi utama. Dengan begitu, distro ini masih menonjolkan tampilan yang ringan dan nyaman, tetapi kini dibarengi dengan langkah penyegaran yang lebih luas untuk mempermudah pengguna baru.
Installer baru dan aplikasi inti yang diperbarui
Salah satu perubahan paling menonjol ada pada proses instalasi. Linux Lite 8.0 meninggalkan Ubiquity dan beralih ke Calamares, yang memberi jalur instalasi lebih modern dan selaras dengan karakter distro yang ingin ramah pemula.
Pembaruan juga menyentuh aplikasi bawaan. Firefox kembali menjadi peramban default, sementara Python naik ke versi 3.14.4+ dan Btop menggantikan Htop sebagai pemantau sistem.
Di sisi pengelolaan aplikasi, Lite Software yang diperluas kini mengambil alih peran Synaptic Package Manager. Langkah ini menjaga proses instalasi dan manajemen aplikasi tetap sederhana, tanpa membuat pengguna harus keluar dari alur penggunaan yang sudah familiar.
Fokus pada kemudahan pakai
Linux Lite 8.0 juga merapikan fondasi visual aplikasinya. Semua aplikasi GUI dipindahkan dari GTK3 dan WebKit2 ke GTK4, sehingga tampilan antarmuka menjadi lebih seragam di seluruh desktop.
Dukungan bahasa ikut diperluas dan menjadi salah satu nilai jual utama. Semua aplikasi kustom sudah diterjemahkan ke setidaknya 22 bahasa, sedangkan desktopnya tersedia dalam 23 bahasa.
Dari sisi kompatibilitas file, JPEG-XL kini bisa dipakai langsung tanpa pengaturan tambahan. Linux Lite 8.0 juga tidak lagi terdampak masalah Dirty Frag, yang menambah rasa aman dalam penggunaan harian.
Perangkat baru untuk pengaturan sistem
Rilis ini membawa banyak alat baru untuk mengelola sistem. Di dalamnya ada Linux Lite Advanced Performance Kernels, MyAI, serta sederet komponen “Lite” seperti About, Core, Distro Builder, Driver Manager, Game Center, Kernel Manager, Menu Sorter, Series Upgrade, Share Folder, Software Sources, Terminal, Time and Date, dan Update Tray.
Kernel Manager menjadi salah satu alat paling penting dalam paket ini. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa memilih varian Desktop atau Gaming, dan tersedia juga modul benchmarking di dalamnya.
Kehadiran jalur pengaturan kernel ini menunjukkan arah Linux Lite 8.0 yang tidak hanya fokus pada tampilan. Distro ini juga memberi ruang lebih besar bagi pengguna yang ingin menyesuaikan performa sesuai kebutuhan.
Unduhan dan kebutuhan sistem
ISO Linux Lite 8.0 berukuran 2,36 GB dan tersedia dari halaman resmi, termasuk melalui opsi Torrent. Ukuran ini masih sejalan dengan karakter distro yang tetap relatif ringkas untuk diunduh dan dipasang.
Kebutuhan sistemnya juga tetap ringan. Spesifikasi minimal yang disebutkan adalah prosesor dual-core 1,5 GHz, RAM 4 GB, penyimpanan 40 GB, dan layar dengan resolusi 1.366 x 768 piksel.
Dengan gabungan installer baru, basis desktop yang matang, dukungan bahasa yang lebih luas, dan perangkat sistem yang makin lengkap, Linux Lite 8.0 mempertegas posisinya sebagai distro yang ingin mudah dipakai tanpa kehilangan sisi teknisnya. Bagi pengguna yang mencari sistem ringan namun lebih siap untuk pemakaian harian, pembaruan ini membawa banyak alasan untuk dilirik.
Source: www.notebookcheck.net