Lampu Airbag Mati Saat Kontak On, Bisa Jadi Bekas Ledakan Tersamarkan

Membeli mobil bekas sering membuat orang fokus pada mesin, bodi, atau kaki-kaki. Padahal, ada satu bagian yang jauh lebih penting untuk dicek sejak awal: sistem airbag.

Alasannya sederhana, airbag adalah fitur keselamatan utama yang dirancang untuk membantu mengurangi dampak kecelakaan bagi pengemudi dan penumpang. Di pasar mobil bekas, ada risiko airbag pernah meledak lalu dibuat tampak normal kembali, sehingga pembeli perlu lebih waspada sebelum transaksi.

Lampu indikator yang jadi petunjuk awal

Pemeriksaan paling mudah bisa dilakukan tanpa alat khusus. Cukup lihat lampu indikator airbag saat kunci kontak diposisikan ke on.

Dalam kondisi normal, lampu indikator airbag akan menyala lebih dulu. Setelah sekitar 7 detik, lampu itu akan mati sebelum mesin menyala.

Pola ini menjadi tanda awal bahwa sistem airbag masih bekerja sebagaimana mestinya. Jika lampu mengikuti siklus tersebut, pembeli mendapat sinyal awal bahwa sistem masih terbaca normal.

Sebaliknya, ada tanda yang patut dicurigai. Jika indikator airbag justru selalu mati saat kontak sudah berada di posisi on, kondisi itu disebut sebagai petunjuk bahwa airbag sudah pernah meledak.

Jangan tertipu tampilan kabin

Kasus seperti ini membuat tampilan kabin yang rapi tidak bisa langsung dipercaya. Oknum penjual mobil bekas bisa saja menawarkan mobil yang airbagnya sudah meledak, tetapi bagian interior dibuat seolah-olah tidak bermasalah.

Agus, dari spesialis setir dan service airbag Raffi Mobil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengingatkan bahwa kondisi seperti itu patut diwaspadai. Pembeli sering hanya melihat setir, dasbor, atau panel kabin dari sisi visual, padahal itu belum cukup untuk memastikan keselamatan mobil.

Karena airbag kini sudah menjadi fitur wajib di setiap mobil, kondisinya seharusnya diperiksa bersama mesin, kaki-kaki, bodi, dan kelistrikan. Pemeriksaan ini penting agar pembeli tidak hanya menilai mobil dari penampilan luar.

Saringan awal sebelum pemeriksaan lebih jauh

Indikator airbag memiliki fungsi penting sebagai penanda pemeriksaan sistem. Saat pola nyala dan matinya tidak sesuai, pembeli layak meningkatkan kewaspadaan dan menunda keputusan sampai kondisi airbag dipastikan.

Langkah ini berguna sebagai saringan awal sebelum mobil dibawa ke pemeriksaan yang lebih mendalam. Cara ini juga membantu pembeli menghindari unit yang pernah mengalami benturan serius atau memiliki sistem airbag yang sudah tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Penting juga dipahami bahwa airbag dirancang untuk meminimalkan dampak benturan saat kecelakaan. Karena itu, keberadaan dan fungsi sistem ini tidak boleh dianggap sepele, apalagi pada mobil bekas dengan riwayat penggunaan yang tidak selalu diketahui lengkap.

Cek di momen paling mudah

Waktu paling praktis untuk memeriksa airbag adalah saat pertama kali menyalakan kontak. Perhatikan apakah lampu indikator airbag muncul, lalu tunggu beberapa detik untuk melihat apakah lampu itu mati sesuai pola normal.

Jika indikator tidak menunjukkan pola tersebut, mobil patut dicurigai. Satu pengecekan sederhana ini bisa memberi petunjuk awal apakah fitur keselamatan penting itu masih normal atau justru bermasalah.

Karena itu, airbag sebaiknya masuk daftar wajib saat mengecek mobil bekas. Hanya dari lampu indikator saat kontak on, pembeli sudah bisa mendapat sinyal awal sebelum melangkah ke pemeriksaan yang lebih jauh.

Terkait