Di tengah biaya hidup yang terus menekan di banyak kota besar, sejumlah daerah di Indonesia masih menawarkan pengeluaran harian yang jauh lebih ramah. Lima kota yang paling sering disebut terjangkau pada 2026 adalah Solo, Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Purwokerto.
Kelima kota ini menarik perhatian karena memberi keseimbangan antara biaya hidup yang rendah dan kenyamanan yang tetap memadai. Bagi perantau, pekerja remote, mahasiswa, hingga pelaku usaha kecil, faktor tersebut sering kali lebih menentukan daripada sekadar ukuran kota.
1. Solo, ongkos harian masih sangat ringan
Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup paling murah di Indonesia. Harga makanan, transportasi, dan sewa tempat tinggal di kota ini masih terjangkau.
Biaya hidup bulanan untuk satu orang di Solo disebut berkisar Rp2–3 juta, tergantung gaya hidup. Kombinasi biaya yang rendah dan suasana yang nyaman membuat kota ini cocok untuk pekerja remote dan pelaku usaha kecil.
2. Yogyakarta, tetap jadi favorit banyak perantau
Yogyakarta masih menjadi pilihan utama mahasiswa dan perantau karena biaya hidupnya relatif murah. Harga kos, makanan, dan transportasi di kota ini tetap ramah di kantong.
Di saat yang sama, fasilitas publik dan komunitas kreatifnya mendukung pekerjaan digital maupun freelance. Banyak orang memilih Yogyakarta karena kebutuhan harian bisa dijaga tetap rendah tanpa kehilangan ekosistem yang aktif.
3. Malang, murah tanpa terasa terlalu padat
Malang kerap dilihat sebagai alternatif kota murah selain Surabaya. Biaya hidup di kota ini terjangkau, suasananya nyaman, dan kepadatan penduduknya tidak setinggi kota besar lain di Jawa Timur.
Harga makanan dan sewa tempat tinggal di Malang juga masih lebih rendah dibandingkan kota besar lainnya di provinsi itu. Karena itu, kota ini sering dipilih oleh pekerja freelance online yang ingin menekan beban biaya.
4. Semarang, seimbang untuk kerja dan pengeluaran
Semarang masuk kelompok kota besar dengan biaya hidup yang masih relatif terjangkau. Infrastruktur yang baik dan peluang kerja yang cukup banyak membuat kota ini menarik bagi perantau.
Biaya makan dan transportasi di Semarang juga masih cukup ramah untuk pekerja dengan gaji entry level. Faktor ini membuat Semarang relevan bagi mereka yang baru memulai karier dan membutuhkan biaya hidup yang lebih terkendali.
5. Purwokerto, pilihan tenang yang ekonomis
Purwokerto dikenal sebagai kota kecil dengan biaya hidup yang sangat terjangkau. Banyak mahasiswa dan pekerja memilih kota ini karena harga kos dan makanan yang murah.
Suasana kota yang tenang juga menjadi nilai tambah bagi pekerja remote dan freelancer. Dengan ritme hidup yang tidak terlalu padat, Purwokerto menawarkan opsi tinggal yang ekonomis sekaligus nyaman untuk aktivitas kerja jarak jauh.
Daftar ini menunjukkan bahwa kota murah di Indonesia tidak selalu berarti kehilangan kenyamanan. Bagi banyak orang, Solo, Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Purwokerto tetap menjadi jawaban ketika pengeluaran harian perlu dijaga tanpa mengorbankan akses hidup yang layak.
| Kota | Keunggulan Utama | Catatan Biaya |
|---|---|---|
| Solo | Suasana nyaman, cocok untuk pekerja remote dan usaha kecil | Biaya hidup bulanan sekitar Rp2–3 juta |
| Yogyakarta | Ramah mahasiswa, kreatif, dan mendukung kerja digital | Kos, makanan, dan transportasi masih terjangkau |
| Malang | Nyaman dan tidak sepadat kota besar lain di Jawa Timur | Harga makan dan sewa lebih rendah dari kota besar lain di provinsi itu |
| Semarang | Infrastruktur baik dan peluang kerja cukup banyak | Biaya makan dan transportasi masih ramah |
| Purwokerto | Kota tenang, cocok untuk kerja jarak jauh | Kos dan makanan sangat terjangkau |
