KONI Dorong Petanque Naik Kelas, Turnamen Internasional Jadi Jalan Lahirkan Atlet Dunia

Author: Cung Media

Dukungan KONI Pusat terhadap petanque di Indonesia kini mengarah ke satu tujuan yang jelas, yaitu melahirkan atlet yang mampu bersaing di level dunia. Momentum itu terlihat saat Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman membuka International Invitational Petanque Tournament “Bola Baja Cup” di UNESA.

Ajang ini tidak hanya menjadi pertandingan internasional biasa. Turnamen tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan petanque mulai disusun lebih serius, dengan dukungan berbagai pihak dan keterlibatan atlet dari banyak daerah.

Petanque Diposisikan Sebagai Diplomasi Olahraga

Marciano menilai olahraga sekarang punya peran yang lebih luas daripada sekadar mencari pemenang. Dalam kegiatan ini, ia melihat petanque sebagai ruang diplomasi yang bisa mempererat hubungan Indonesia dan Prancis.

Kehadiran Direktur Institut Français d’Indonésie, Vincent Padare, memperkuat nuansa kerja sama kedua negara dalam turnamen tersebut. Ajang ini juga digelar dalam rangka Bastille Day serta Dies Natalis ke-62 UNESA.

Menurut Marciano, kolaborasi seperti ini memberi manfaat ganda. Hubungan antarnegara bisa menguat, sementara atlet Indonesia mendapat kesempatan menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Pembinaan Atlet Mulai Menunjukkan Arah yang Jelas

KONI menilai turnamen berkualitas seperti Bola Baja Cup penting untuk mempercepat lahirnya atlet petanque kelas dunia. Semakin sering atlet mendapat lawan yang kuat, semakin besar pula peluang mereka berkembang dari sisi teknik dan mental bertanding.

Marciano juga melihat langkah PB FOPI dan Pengprov FOPI Jawa Timur sebagai perkembangan nyata. Turnamen ini diikuti 10 provinsi serta tim dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, sehingga ekosistem petanque nasional tampak makin hidup.

Sinergi antara PB FOPI, UNESA, KONI, dan Prancis dinilai bisa membawa dampak yang lebih besar. Marciano optimistis kerja sama itu akan membuat petanque semakin dicintai masyarakat Indonesia dan pada akhirnya menambah peluang medali di ajang internasional.

Modal Prestasi Indonesia Sudah Terlihat

Perkembangan petanque Indonesia juga ditopang capaian di level kompetisi internasional. Dalam laporan penyelenggaraan yang disampaikan Rektor UNESA sekaligus Ketua Umum PB FOPI, Nurhasan, melalui Wakil Rektor IV UNESA dan Ketua Pengprov FOPI Jawa Timur, Dwi Cahyo Kartiko, terlihat bahwa progres atlet sudah mulai nyata.

Salah satu hasil paling menonjol datang dari SEA Games Thailand 2025. Indonesia mengirim 10 atlet petanque dan semuanya pulang membawa medali, sebuah capaian yang memperlihatkan kualitas tim nasional mulai kompetitif.

Ajang Jumlah Atlet Indonesia Hasil Medali
SEA Games Thailand 2025 10 atlet 1 emas, 2 perak, 3 perunggu

Dwi Cahyo Kartiko merinci raihan itu sebagai satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. Hasil tersebut membuat peluang petanque Indonesia untuk bersaing di Asia dan dunia dinilai semakin terbuka bila pembinaan dijaga secara berkelanjutan.

Dengan dukungan turnamen internasional, keterlibatan kampus, dan sinergi federasi nasional, petanque Indonesia kini punya panggung yang lebih kuat untuk tumbuh. Dari sana, target melahirkan atlet kelas dunia tidak lagi sekadar ambisi, melainkan bagian dari jalur pembinaan yang sedang dibangun.

Source: www.viva.co.id
Terbaru