Kolombia masuk ke laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 dengan tantangan yang jauh lebih rumit daripada sekadar menjaga tren positif. Setelah menang 3-1 atas Uzbekistan, tim asuhan Nestor Lorenzo kini harus mencari cara untuk membongkar blok pertahanan Republik Demokratik Kongo yang dikenal rapat dan disiplin.
Duel di Estadio Guadalajara, Meksiko, Rabu (24/6/2026) pukul 09.00 WIB itu bisa sangat menentukan arah persaingan menuju babak gugur. Kongo sendiri datang dengan modal berharga usai menahan Portugal 1-1, hasil yang membuat pertemuan ini terasa seperti ujian sesungguhnya bagi kedua tim.
Kolombia waspada terhadap blok lima bek Kongo
Nestor Lorenzo sudah memusatkan persiapan timnya pada cara Kongo bertahan. Ia menilai lawan berpotensi tampil dengan formasi lima bek dan menyusun organisasi pertahanan berlapis untuk menutup ruang di area berbahaya.
“Kami telah mempelajari Kongo. Kami melihat banyak perbedaan dan sistem. Mereka bermain dengan formasi 5-3-2 dengan dua penyerang yang sangat, sangat penting,” kata Lorenzo, dikutip dari fifa.com.
Pelatih Kolombia itu menegaskan timnya harus sabar membaca celah dan tidak terpancing terburu-buru. Menurut dia, ruang di antara garis pertahanan lawan menjadi area yang perlu dimanfaatkan jika Kolombia ingin mempertahankan efektivitas serangan mereka.
“Kongo sangat taktis dengan lima pemain di belakang. Kami harus membuka jalan melalui blok pertahanan mereka. Kami harus menemukan ruang di antara garis-garis mereka. Semoga kami menemukan beberapa ruang di belakang lini belakang mereka,” kata Lorenzo, dikutip dari fifa.com.
Transisi cepat Kongo jadi ancaman utama
Selain pertahanan rapat, Kolombia juga diminta siaga terhadap serangan balik cepat Kongo. Lorenzo menilai transisi lawan bisa menjadi senjata berbahaya jika timnya kehilangan fokus saat menguasai bola.
“Anda harus berhati-hati dengan transisi dan serangan balik mereka. Dalam hal starting 11 kami, saya belum memberi tahu keputusan saya kepada para pemain. Kami akan tetap pada gaya kami,” kata Lorenzo, dikutip dari fifa.com.
Pernyataan itu menunjukkan Kolombia tidak berniat mengubah identitas bermain mereka meski menghadapi lawan yang lebih pragmatis. Mereka tetap ingin tampil agresif, tetapi dengan kewaspadaan lebih tinggi terhadap serangan balik yang bisa datang cepat.
Kongo menjaga optimisme setelah menahan Portugal
Di kubu Kongo, Sebastien Desabre meminta para pemainnya tidak larut dalam euforia hasil imbang melawan Portugal. Ia menegaskan satu poin belum cukup untuk menjaga peluang lolos, sehingga laga kontra Kolombia harus dijalani dengan mentalitas yang sama kuatnya.
“Kita perlu mengingat bahwa kita tidak memenangi pertandingan pertama melawan Portugal. Itu hasil imbang. Kita mendapat satu poin, bukan tiga,” kata Sebastien Desabre dalam konferensi pers.
Desabre juga menekankan pentingnya kerja keras kolektif. “Saya katakan kepada para pemain bahwa itu tidak cukup. Kami akan melakukan yang terbaik. Kami akan melakukan semua yang kami bisa. Itulah mentalitas yang kami miliki di Kongo,” kata Desabre dalam konferensi pers.
Estadio Guadalajara menyimpan memori baik untuk Kongo
Kongo punya alasan tambahan untuk percaya diri karena stadion yang sama pernah membawa kenangan manis. Di Estadio Guadalajara, mereka sebelumnya memastikan tiket putaran final melalui babak playoff interkontinental melawan Jamaika.
Namun, kepercayaan diri itu akan berhadapan langsung dengan lawan yang tampil lebih meyakinkan pada laga pertama. Kolombia datang dengan momentum kemenangan dan kebutuhan besar untuk menjaga posisi mereka di Grup K.
Pertandingan ini mempertemukan dua pendekatan yang kontras. Kolombia akan berusaha menekan dan menemukan ruang, sementara Kongo siap mengunci area belakang lalu menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik.







