Kioxia Salip Toyota, Ledakan AI Mengubah Peta Kekuatan Saham Jepang

Author: Cung Media

Kioxia Holdings Corp tiba-tiba naik ke puncak daftar perusahaan paling bernilai di Jepang, menyalip Toyota Motor Corp yang selama ini identik dengan kekuatan industri negeri itu. Pergeseran ini menunjukkan betapa cepatnya pasar bereaksi terhadap tema chip memori dan kecerdasan buatan.

Lonjakan tersebut bukan sekadar urusan saham, melainkan juga tanda bahwa investor global sedang mengalihkan perhatian ke rantai pasok semikonduktor. Di saat permintaan terkait AI melonjak, perusahaan yang berada di jalur memori justru mendapat premi valuasi yang besar.

Naik dari unit Toshiba ke pemain utama

Kioxia tidak muncul sebagai nama baru yang berdiri dari nol. Perusahaan ini berasal dari unit bisnis chip memori Toshiba, perusahaan yang dikenal sebagai pelopor teknologi memori flash NAND.

Unit itu dipisahkan lalu diakuisisi oleh grup yang dipimpin Bain Capital pada 2018. Setahun kemudian, nama perusahaan resmi berubah menjadi Kioxia dan sejak itu bisnisnya terus berkembang pesat.

Pada Jumat (12/6/2026), saham Kioxia naik 7,6% dan mencatat kenaikan lebih dari 670% sepanjang tahun ini. Kenaikan itu mendorong kapitalisasi pasarnya ke 44 triliun yen atau Rp 4.856 triliun.

Nilai tersebut sedikit lebih tinggi dibanding Toyota Motor Corp yang tercatat 43,8 triliun yen atau Rp 4.834 triliun. Selisih tipis itu cukup untuk menempatkan Kioxia di atas salah satu simbol industri terbesar Jepang.

AI, chip memori, dan pergeseran minat investor

Shuutarou Yasuda, analis pasar di Tokai Tokyo, menilai reli Kioxia mencerminkan pergeseran dana global ke produsen chip memori. Menurut dia, kondisi itu diperkuat oleh krisis kelangkaan chip memori yang ikut terdorong ledakan AI.

Yasuda menyebut perubahan ini belum bisa disebut transformasi industri secara penuh, tetapi dampaknya sudah terasa kuat di pasar. Minat investor tidak hanya mengalir ke pembuat chip, melainkan juga ke perusahaan yang terkait langsung dengan infrastruktur AI.

Dampaknya terlihat pada sejumlah emiten lain di bursa Jepang. Murata Manufacturing Co ikut mendapat sorotan karena memasok komponen ke pusat data AI, sementara Advantest Corp dikenal sebagai pembuat peralatan pengujian chip.

Raksasa lama yang mulai tergeser

Posisi Toyota di bawah Kioxia menjadi simbol perubahan selera pasar yang semakin condong ke tema AI dan semikonduktor. Dalam suasana seperti ini, perusahaan yang dulu tidak selalu berada di pusat perhatian bisa melonjak cepat jika berada di rantai pasok yang diburu investor.

Awal bulan ini, Toyota juga sempat disalip SoftBank setelah antusiasme terhadap rencana pencatatan saham OpenAI mendorong reli. Namun, setelah aksi jual menahan penguatan, posisi itu kembali berubah dan Toyota turun ke peringkat keempat.

Kioxia kini memanfaatkan momentum ketika permintaan chip memori menguat dan pasokan masih ketat. Dari bekas unit Toshiba, perusahaan ini berubah menjadi salah satu penanda paling jelas bahwa krisis chip 2026 sedang menguntungkan pemain yang berada di jalur yang tepat.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru