Kenapa Rockstar Bisa Merilis Banyak GTA di Era PS2, Rahasianya Ternyata Sederhana

Era PlayStation 2 menjadi masa paling subur bagi Grand Theft Auto. Dalam satu generasi konsol, Rockstar Games mampu merilis beberapa judul GTA sekaligus, sesuatu yang kini jauh lebih jarang terlihat.

Kuncinya bukan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi teknologi yang lebih sederhana, biaya produksi yang belum setinggi sekarang, fondasi yang bisa dipakai ulang, dan pasar PS2 yang sangat besar. Semua itu membuat Rockstar bisa bergerak lebih cepat tanpa harus memulai dari nol setiap kali.

Teknologi yang belum serumit sekarang

Pada masa PS2, standar grafis game masih jauh lebih sederhana dibandingkan era modern. Developer belum perlu membangun model karakter yang sangat detail, ray tracing, atau animasi realistis dalam skala besar.

Ukuran dunia game juga lebih kecil dibandingkan open-world modern. Karena tuntutan teknis lebih rendah, proses pengembangan bisa berjalan lebih cepat dan tim dapat menyelesaikan lebih banyak fitur dalam waktu singkat.

Fondasi GTA 3 menjadi modal penting

Keberhasilan GTA 3 pada 2001 memberi Rockstar fondasi teknologi yang kuat. Sistem inti seperti kendaraan, senjata, AI, dan mekanisme dunia terbuka bisa digunakan kembali untuk proyek berikutnya.

Vice City dan San Andreas memang membawa banyak fitur baru. Namun, keduanya tetap dibangun di atas dasar yang serupa, sehingga Rockstar tidak perlu memulai dari nol setiap kali membuat game baru.

Biaya produksi dan pasar yang mendukung

Membuat game AAA pada awal 2000-an tetap membutuhkan investasi besar, tetapi biayanya masih lebih rendah dibanding anggaran game AAA modern yang bisa mencapai ratusan juta dolar. Risiko finansial studio juga lebih kecil karena jumlah karyawan yang terlibat masih relatif terbatas.

PS2 sendiri adalah konsol terlaris sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 150 juta unit. Basis pengguna sebesar itu membuat setiap game GTA punya peluang penjualan yang sangat tinggi, apalagi setelah GTA 3 diikuti sukses Vice City dan San Andreas.

Belum ada tekanan live service

Pada era PS2, mayoritas game dijual sebagai produk yang selesai saat rilis. Setelah game meluncur, studio biasanya langsung mengerjakan proyek berikutnya, bukan mempertahankan satu game dengan pembaruan berkepanjangan.

Model seperti battle pass dan live service belum menjadi tren utama. Akibatnya, siklus produksi game berlangsung lebih singkat karena studio tidak perlu mengalokasikan tim besar untuk update rutin setelah peluncuran.

Hasilnya, deretan GTA mengalir cepat

Dalam satu generasi PS2, Rockstar berhasil merilis GTA 3, Vice City, San Andreas, Liberty City Stories, dan Vice City Stories. Deretan itu menunjukkan bagaimana kondisi industri saat itu sangat mendukung produktivitas tinggi.

Kini situasinya sudah berbeda. Skala produksi yang jauh lebih besar, biaya yang lebih mahal, dan ekspektasi teknis yang tinggi membuat satu game GTA butuh waktu pengembangan jauh lebih panjang dibanding masa PS2.

Source: www.idntimes.com

Terkait