Kenaikan Harga PS5 Bikin PlayStation Terpuruk di Mei, Penjualannya Anjlok 58%

Author: Cung Media

Pasar PlayStation di Amerika Serikat mengalami Mei terburuk dalam lebih dari 25 tahun. Pukulan terbesarnya datang dari PS5, yang penjualannya anjlok 58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kondisi itu memperlihatkan betapa sensitifnya konsumen terhadap harga. Saat biaya masuk ke ekosistem PlayStation naik, minat beli justru ikut tertahan, meski PS5 masih bertahan sebagai konsol terlaris kedua pada Mei.

Harga jadi titik tekan utama

Kenaikan harga di seluruh lini PS5 disebut sebagai faktor paling besar di balik pelemahan ini. Rata-rata harga PlayStation baru-baru ini mencapai $672, atau naik 33 persen dibanding setahun sebelumnya.

Bagi konsumen, situasi ini terasa berlawanan dengan kebiasaan umum perangkat teknologi yang biasanya makin murah seiring usia produk. Pada PS5, biaya masuk justru makin tinggi ketika perangkat sudah berada di tahap yang seharusnya lebih matang di pasar.

Belanja konsumen untuk hardware PlayStation juga ikut turun 43 persen pada bulan yang sama. Angka itu menunjukkan penurunan tidak hanya terjadi di unit terjual, tetapi juga pada nilai belanja secara keseluruhan.

Di saat PlayStation melemah, pesaing justru melesat

Mei juga menjadi bulan ketika Nintendo Switch 2 merebut perhatian pasar. Konsol baru Nintendo itu memimpin baik dari sisi unit terjual maupun pendapatan penjualan.

Perbandingan ini menegaskan kontras strategi yang terjadi di pasar konsol. Saat Nintendo menarik minat lewat perangkat baru, PlayStation justru menghadapi resistensi karena banderol yang lebih tinggi.

Meski begitu, posisi runner-up untuk PS5 tetap menunjukkan bahwa kekuatan merek PlayStation belum hilang. Banyak konsumen tampaknya hanya memilih menunggu sampai harga dianggap lebih masuk akal.

Sony mulai menyesuaikan strategi harga

Sony sudah mengambil langkah berbeda di pasar lain dengan memangkas harga PS5 hingga mendekati $350 di Jepang. Langkah itu ditujukan untuk menjangkau lebih banyak pembeli lokal dan mendorong penjualan unit.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penyesuaian harga masih menjadi alat paling langsung untuk memulihkan momentum. Jika hambatannya adalah harga, maka koreksi harga bisa membuka kembali minat pasar.

Namun, menerapkan pendekatan serupa di Amerika Serikat disebut tidak mudah. Ada tekanan tambahan yang dikaitkan dengan kesepakatan baru Micron, yang dinilai dapat menambah kerumitan bagi Sony.

Untuk saat ini, data Mei memberi sinyal bahwa PS5 masih punya bantalan dari loyalitas merek, tetapi tidak cukup kuat untuk menahan dampak lonjakan harga. Respons Sony ke depan akan menentukan apakah pelemahan ini hanya jeda singkat atau awal dari tekanan yang lebih panjang.

Source: tech.sportskeeda.com
Terbaru