Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan serangan Angkatan Bersenjata Iran ke sejumlah sasaran militer di utara Palestina yang diduduki Israel sebagai hak membela diri. Kedubes Iran merujuk Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai dasar pembenaran tindakan militer itu.
Pernyataan itu muncul di tengah situasi kawasan yang disebut semakin rapuh setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April 2026 dinilai berulang kali dilanggar. Iran menyebut langkah militernya tidak berdiri sendiri, melainkan respons atas rangkaian serangan yang terus memburuk.
Gencatan senjata yang dinilai retak
Dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Kedubes Iran mengatakan serangan dilakukan setelah pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata. Iran juga mengaitkan tindakan itu dengan memburuknya kondisi keamanan akibat eskalasi yang terjadi di kawasan.
Kedubes Iran menyoroti bahwa aksi militer Israel terhadap Lebanon dan Iran masih terus berlangsung. Pernyataan itu juga menyebut dugaan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam sejumlah serangan terhadap kapal dan target Iran selama dua pekan terakhir.
Iran kaitkan serangan dengan keamanan nasional
Teheran menilai rangkaian serangan tersebut bukan peristiwa terpisah. Kedubes Iran menyebut semua itu sebagai bagian dari eskalasi yang berdampak langsung pada keamanan nasional Iran.
Dalam sikap resminya, Kedubes Iran menegaskan pemerintah dan rakyat Iran memiliki komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional. Iran menyatakan akan mempertahankan kepentingannya secara tegas di mana pun diperlukan.
Iran juga menghubungkan situasi di Lebanon dengan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 8 April 2026. Menurut Kedubes Iran, gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan tersebut.
Peringatan keras untuk serangan lanjutan
Kedubes Iran menilai Pemerintah Amerika Serikat ikut memikul tanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata yang disebut dilakukan Israel. Sikap itu mempertegas bahwa Teheran memandang dinamika di lapangan tidak bisa dilepaskan dari peran berbagai pihak.
Iran kemudian memperingatkan bahwa setiap tindakan yang dianggap sebagai provokasi atau agresi terhadap Lebanon maupun Iran akan dibalas secara militer. Kedubes Iran bahkan menyebut balasan itu akan bersifat “tegas, menyeluruh, dan menghancurkan” jika serangan semacam itu terus berlanjut.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran masih memandang situasi kawasan berada pada tingkat kewaspadaan tinggi. Dengan gencatan senjata yang disebut terus dilanggar, ruang untuk meredakan ketegangan tampak masih sangat terbatas.
Source: www.beritasatu.com






