Kate kembali melangkah ke panggung internasional lewat kunjungan resmi dua hari ke Italia yang menaruh sorotan pada perkembangan anak usia dini. Agenda ini menjadi perjalanan luar negeri resmi pertamanya sejak diagnosis kanker pada 2024 dan menandai kembalinya Putri Wales itu ke tugas kenegaraan internasional secara bertahap.
Kunjungan tersebut juga membawa bobot simbolis yang kuat bagi publik Inggris. Setelah mengumumkan remisi dari kanker pada Januari 2025, Catherine perlahan kembali menjalankan tugas resmi kerajaan dengan fokus yang tetap dekat dengan kerja filantropisnya.
Misi pertama setelah masa pemulihan
Kate dijadwalkan disambut di Reggio Emilia, kota di Italia utara yang menjadi pusat agenda kunjungannya. Istana Kensington menyebut program itu berfokus pada pekerjaannya di bidang perkembangan anak pada masa awal kehidupan.
Istana juga menggambarkan lawatan ini sebagai misi pencarian fakta tingkat tinggi. Tujuannya adalah mempelajari pendekatan internasional terdepan dalam mendukung anak-anak kecil dan para pengasuh mereka.
Dalam kunjungan itu, Kate ingin melihat langsung bagaimana pendekatan Reggio Emilia membangun lingkungan ketika alam dan hubungan antarmanusia yang penuh kasih berjalan bersama. Fokus ini sejalan dengan perhatian lamanya pada tema keterhubungan, kekuatan penyembuhan dari alam, dan tindakan kebaikan.
Pendidikan usia dini memang dekat dengan kehidupannya sebagai ibu dari tiga anak. George kini berusia 12 tahun, Charlotte 11 tahun, dan Louis delapan tahun.
Konteks pribadi dan peran yang terus berlanjut
Catherine mendirikan The Royal Foundation Centre for Early Childhood pada 2021. Lembaga itu dibentuk untuk menekankan pentingnya masa awal kehidupan seorang anak.
Yayasan tersebut menyatakan bahwa pengalaman pada masa kanak-kanak awal kerap menjadi akar dari tantangan sosial paling berat saat ini. Tantangan itu mencakup kecanduan, perpecahan keluarga, kesehatan mental yang buruk, bunuh diri, dan tunawisma.
Sebelumnya, Kate mengumumkan pada Maret 2024 bahwa dirinya didiagnosis kanker tanpa menjelaskan jenisnya. Ia kemudian memulai kemoterapi dan mengurangi penampilan publik sebelum mulai kembali ke tugas resmi secara perlahan.
Perjalanan ke Italia menjadi kunjungan resmi luar negeri pertamanya sejak ia dan Pangeran William pergi ke Boston pada Desember 2022. Saat itu, keduanya menghadiri penyerahan Earthshot Prize yang bertema lingkungan.
Reggio Emilia dan filosofi pendidikan yang jadi sorotan
Fokus kunjungan Kate selaras dengan filosofi pendidikan Reggio Emilia yang lahir setelah Perang Dunia II. Filosofi itu dikembangkan oleh pendidik Italia Loris Malaguzzi berdasarkan pengalaman panjangnya di pendidikan anak usia dini dan psikologi.
Akar proyek ini dapat ditelusuri ke saat Malaguzzi membantu sekelompok perempuan mendirikan sekolah di desa yang hancur akibat perang pada 1945. Ia kemudian bekerja dengan anak-anak yang memiliki kesulitan belajar, yang membentuk pandangannya tentang pentingnya menghargai perbedaan individu.
Nando Rinaldi, direktur sekolah dan taman kanak-kanak untuk pemerintah kota Reggio Emilia, mengatakan kepada AFP bahwa gagasan inti filosofi itu adalah anak-anak sudah kompeten sejak bulan-bulan pertama kehidupan. Menurut dia, lingkungan pendidikan harus dibangun untuk memunculkan potensi mereka.
Salah satu prinsip pentingnya adalah “The 100 Languages of Children”. Gagasan ini menekankan bahwa anak mengekspresikan diri dalam banyak cara, termasuk gerak, seni, dan bicara.
Rinaldi menyebut kunjungan Kate sebagai pengakuan besar bagi Reggio Emilia. Ia juga mengatakan agenda itu menjadi sumber kebanggaan bagi pihak setempat.
Dari diagnosis ke tugas kenegaraan internasional
Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana Kate menata kembali perannya setelah masa pengobatan dan pemulihan. Dengan memilih tema perkembangan anak usia dini, ia tetap mempertahankan benang merah kerja publiknya sekaligus menghidupkan kembali agenda internasional yang sempat berhenti.
Kunjungan ke Italia memberi panggung bagi pesan yang konsisten dengan aktivitasnya selama beberapa tahun terakhir. Di saat yang sama, misi itu menempatkan perhatian pada model pendidikan yang sejak lama dipandang menekankan potensi anak, hubungan antarmanusia, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
