Wood frog terdengar seperti amfibi biasa, tetapi cara hidupnya jauh melampaui kebanyakan hewan lain. Katak kayu ini bisa membeku selama berbulan-bulan di musim dingin, lalu kembali aktif ketika suhu menghangat.
Kemampuan itu membuatnya jadi salah satu contoh paling ekstrem dari adaptasi alam di wilayah dingin Amerika Utara. Dari Alaska hingga lingkar Arktik, hewan kecil ini menghadapi musim dingin dengan mekanisme bertahan hidup yang nyaris tidak masuk akal.
Tubuh yang berubah menjadi es
Saat musim dingin ekstrem datang, wood frog masuk ke kondisi mati suri di bawah tumpukan daun kering yang melindungi tubuhnya. Dalam fase ini, sekitar 60-70% air di dalam tubuhnya benar-benar berubah menjadi es padat.
Dari luar, kondisinya tampak seperti sudah mati. Tubuhnya keras, mata memutih buram, kaki kaku, dan kulitnya tertutup es.
Meski begitu, organ dalamnya tetap aman. Detak jantung berhenti total, aliran darah terhenti, tetapi jaringan tubuhnya tidak mengalami pembusukan atau kerusakan permanen.
Rahasia anti-beku alami
Kunci utama ketahanan wood frog ada pada respons kimia tubuhnya. Saat kulit mendeteksi es pertama kali, hati segera memproduksi glukosa dan urea dalam jumlah besar.
Zat itu bekerja sebagai krioprotektan alami. Kadar gula yang tinggi membantu menurunkan titik beku cairan sel, sehingga air di dalam sel tidak membentuk kristal tajam yang bisa merobek dinding sel.
Dengan mekanisme ini, es hanya terbentuk di luar ruang sel. Sel-sel tubuh tetap terlindungi saat suhu turun jauh di bawah nol derajat Celsius.
Mampu bertahan berbulan-bulan
Ketahanan wood frog tidak berlangsung singkat. Di Alaska, katak ini terbukti mampu bertahan hidup dalam keadaan membeku selama hampir 7-8 bulan penuh.
Selama periode itu, mereka tidak makan, tidak minum, tidak bernapas, dan praktis tanpa metabolisme. Kondisi tersebut membuatnya sanggup melewati musim dingin yang mematikan bagi banyak hewan lain.
Bagi ilmuwan, kemampuan ini menempatkan wood frog sebagai salah satu hewan dengan toleransi pembekuan paling lama di Bumi. Vertebrata lain umumnya tidak memiliki daya tahan ekstrem seperti ini.
Mencair dan hidup lagi dalam hitungan jam
Perubahan terbesar terjadi saat suhu mulai naik. Ketika es di tanah mencair, tubuh wood frog ikut mencair dari arah dalam ke luar.
Prosesnya berlangsung cepat dan mandiri. Jantung mulai berdenyut kembali dalam hitungan jam, lalu memompa sisa darah pekat ke seluruh tubuh.
Setelah itu, paru-paru kembali aktif untuk menghirup oksigen. Kurang dari 24 jam setelah es di tubuhnya mencair total, wood frog sudah bisa bergerak normal dan melompat lagi.
Menarik perhatian dunia medis
Kemampuan wood frog juga memikat para peneliti, terutama di bidang krionik. Mekanisme perlindungan sel dari pembekuan dianggap penting untuk pengembangan teknologi medis masa depan.
Salah satu harapan utamanya adalah penyimpanan organ donor agar bisa bertahan lebih lama saat dikirim antar-rumah sakit. Selain itu, mekanisme ini juga berpotensi membantu pengawetan sel jangka panjang untuk penelitian penyakit kronis.
Wood frog hidup di berbagai kawasan hutan Amerika Utara dan dikenal sangat tangguh menyesuaikan diri dengan musim. Dengan mengubah sistem kimia internal tubuhnya, katak ini seperti menantang batas yang biasanya memisahkan hidup dan mati di alam liar.
Source: www.idntimes.com






