Lonjakan ekspor mobil China memunculkan masalah yang jarang terlihat dari luar, yaitu kapal pengangkut kendaraan yang tak lagi cukup menampung arus pengiriman. Di saat permintaan terus naik, kapasitas armada khusus seperti Pure Car and Truck Carrier atau PCTC ikut tertekan.
Untuk menjaga ekspor tetap bergerak, sejumlah perusahaan pelayaran dan produsen otomotif di China mulai memakai kapal yang biasanya tidak digunakan untuk mengangkut mobil. Langkah ini menjadi solusi sementara ketika kapal khusus sudah penuh.
Kapal Non-Khusus Mulai Dipakai
CarNewsChina, yang juga diberitakan www.liputan6.com, menyebut kapal multi-purpose, bulk carrier atau kapal curah, hingga kapal kontainer yang dimodifikasi kini ikut dimanfaatkan untuk mengirim mobil ke pasar internasional. Mobil ditempatkan dengan rangka khusus atau sistem penyangga agar tetap aman selama pelayaran.
Pola ini membuat ribuan unit kendaraan tetap bisa dikirim tanpa bergantung penuh pada kapal Ro-Ro konvensional. Di tengah tekanan besar pada rantai pasok otomotif global, opsi tersebut menjadi jalur darurat yang penting.
| Jenis Kapal | Peran dalam Pengiriman Mobil | Keterangan |
|---|---|---|
| Pure Car and Truck Carrier (PCTC) | Kapal khusus pengangkut kendaraan | Kapasitasnya tidak lagi cukup untuk lonjakan ekspor |
| Ro-Ro | Moda normal untuk mobil baru | Lebih cepat dan efisien saat bongkar muat |
| Multi-purpose, bulk carrier, kapal kontainer modifikasi | Alternatif pengiriman sementara | Dipakai ketika armada kapal khusus penuh |
Ekspor EV dan Tarif yang Ikut Tertekan
Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor kendaraan China melonjak tajam karena pertumbuhan produsen kendaraan listrik dan ekspansi merek otomotif ke Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Kenaikan ini membuat kebutuhan pengiriman melampaui kapasitas armada yang tersedia.
Dalam kondisi normal, mobil baru umumnya diangkut menggunakan kapal Ro-Ro atau PCTC karena proses bongkar muat lebih cepat, efisien, dan risikonya lebih rendah. Namun, lonjakan permintaan ikut membuat tarif sewa kapal PCTC sempat naik tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Rangka Baja Lipat Jadi Andalan Baru
Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah penggunaan foldable frame atau rangka baja lipat. Teknologi ini memungkinkan mobil disusun bertingkat di dalam kapal non-Ro-Ro sehingga ruang kargo bisa dimanfaatkan lebih maksimal.
Keunggulannya, sistem ini tidak memerlukan perubahan permanen pada struktur kapal. Artinya, kapal multi-purpose maupun kapal kontainer tetap bisa dipakai lagi untuk fungsi lain setelah pengiriman kendaraan selesai.
Di sisi lain, beberapa produsen otomotif China juga mulai mengurangi ketergantungan pada perusahaan pelayaran. BYD, misalnya, membangun armada kapal pengangkut mobil sendiri untuk mendukung ekspansi bisnis global dan menekan biaya logistik dalam jangka panjang.
Sejumlah perusahaan pelayaran dan produsen kendaraan lain juga mempercepat investasi pembangunan kapal PCTC baru. Dalam beberapa tahun ke depan, ratusan kapal pengangkut mobil diperkirakan mulai beroperasi untuk meredakan tekanan kapasitas yang masih terasa saat ini.
Meski begitu, penggunaan kapal curah, kapal multi-purpose, dan kapal kontainer yang dimodifikasi masih diperkirakan menjadi bagian penting dari strategi ekspor kendaraan China sampai armada baru tersedia penuh. Langkah ini menunjukkan bagaimana industri otomotif China beradaptasi agar laju ekspor tetap terjaga di tengah keterbatasan logistik global.
Source: www.liputan6.com






