Kanada menorehkan malam yang tak terlupakan di Vancouver setelah menghancurkan Qatar 6-0 pada laga Piala Dunia. Hasil itu bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga menandai kemenangan perdana Kanada sepanjang sejarah keikutsertaannya di turnamen tersebut.
Les Rouges akhirnya memutus rangkaian buruk yang selama ini membayangi mereka di Piala Dunia. Setelah gagal menang pada dua edisi sebelumnya, Kanada kali ini tampil jauh lebih efektif dan tidak memberi ruang bagi Qatar untuk berkembang.
Tekanan cepat membuat Qatar kewalahan
Sejak sepak mula di Stadion BC Place, Kanada langsung mengambil inisiatif serangan. Tuan rumah menekan tinggi dan memaksa Qatar lebih banyak bertahan di area sendiri.
Gol pertama lahir pada menit ke-17 melalui Cyle Larin. Ia memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti untuk membuka keunggulan Kanada menjadi 1-0.
Setelah water break, Kanada kembali menambah intensitas serangan. Jonathan David kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-29 lewat tembakan keras ke sudut kanan gawang.
VAR mengubah jalannya pertandingan
Babak pertama sempat dipenuhi momen krusial saat wasit Cristian Garay meninjau insiden lewat VAR pada menit ke-31. Insiden itu bermula dari pelanggaran Homam Ahmed terhadap Tajon Buchanan yang sempat membuat wasit menunjuk titik putih dan memberi kartu kuning.
Setelah melihat monitor, Garay membatalkan penalti karena pelanggaran terjadi di luar kotak terlarang. Namun, Homam Ahmed tetap menerima kartu merah langsung dan Qatar harus bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain membuat Kanada semakin dominan. Menjelang turun minum, Jonathan David mencetak gol keduanya lewat bola pantul di dalam kotak penalti untuk membawa Kanada menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Qatar makin terpuruk di babak kedua
Situasi Qatar semakin sulit pada menit ke-53 ketika VAR kembali berperan. Pelanggaran keras terhadap Ismael Kone membuat Assim Omer Madibo diganjar kartu merah langsung.
Dengan hanya sembilan pemain, Qatar makin kesulitan keluar dari tekanan. Kanada terus memanfaatkan ruang di lini belakang lawan dan menguasai jalannya pertandingan tanpa banyak perlawanan berarti.
Nathan Saliba, yang masuk menggantikan Ismael Kone, menambah gol Kanada menjadi 4-0 pada menit ke-64. Ia mencetaknya melalui tendangan bebas yang akurat.
Skor kemudian berubah menjadi 5-0 setelah Al Mannai salah mengantisipasi bola dan mencetak gol bunuh diri pada menit ke-75. Situasi itu semakin menegaskan betapa beratnya malam yang dijalani Qatar.
Hattrick Jonathan David menutup pesta gol
Jonathan David menjadi figur utama dalam kemenangan besar ini. Penyerang Kanada itu menutup pertandingan dengan gol ketiganya pada menit ke-90+2 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Qatar.
Torehan tersebut melengkapi hattrick David sekaligus memastikan Kanada menang telak 6-0. Hasil ini juga membuat Kanada memuncaki klasemen sementara Grup B dengan tiga poin dan selisih gol yang sangat besar.
Kanada tampil efektif di semua fase pertandingan dan tak membiarkan Qatar bangkit setelah dua kartu merah mengubah keseimbangan laga. Di hadapan publik sendiri, Les Rouges mencatat sejarah yang selama ini mereka tunggu di panggung Piala Dunia.
Kanada menurunkan formasi 4-4-2, sementara Qatar memakai 4-2-3-1. Nama-nama seperti Maxime Creapeau, Jonathan David, Cyle Larin, Tajon Buchanan, dan Yusuf Abdurisag mengisi daftar starter dalam laga yang berakhir berat sebelah itu.







