Cuaca Jawa Timur pada Rabu, 10 Juni 2026, diperkirakan tidak seragam dan justru menuntut kewaspadaan lebih dari warga. BMKG memantau 38 daerah dan menemukan 17 wilayah berpotensi mengalami kabut, asap, atau udara kabur.
Situasi ini penting bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Di tengah musim panas, perlindungan dari paparan matahari dan upaya menjaga tubuh tetap terhidrasi juga perlu diperhatikan.
Wilayah yang paling perlu diwaspadai
Kabut atau asap diprediksi muncul di Pacitan, Malang, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Kota Batu. Sementara itu, udara kabur diperkirakan terjadi di Trenggalek, Tulungagung, Jember, Situbondo, Probolinggo, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Kota Malang, Kota Pasuruan, dan Kota Mojokerto.
Rentang suhu di wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di kisaran 15 hingga 31 derajat Celsius. Kota Batu menjadi wilayah dengan suhu terendah, yakni 15-21 derajat Celsius, sedangkan Kota Pasuruan diperkirakan berada pada 24-31 derajat Celsius.
Daerah lain cenderung lebih cerah
Di luar wilayah yang terdampak kabut dan udara kabur, cuaca Jawa Timur banyak didominasi kondisi berawan, cerah berawan, hingga cerah. Ponorogo, Blitar, Kediri, Pasuruan, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Tuban, Lamongan, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Probolinggo, dan Kota Madiun diperkirakan berawan.
Sejumlah daerah pesisir utara dan Madura juga menunjukkan cuaca yang relatif lebih terang di beberapa titik. Gresik diprediksi cerah, Sumenep cerah, sementara Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan cerah berawan.
Suhu tinggi dan kelembapan tetap perlu dicermati
Selain variasi jenis cuaca, suhu dan kelembapan di tiap daerah juga berbeda cukup lebar. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya dan Kota Madiun yang mencapai 32 derajat Celsius, sedangkan kelembapan di beberapa wilayah bisa menyentuh 99 persen.
BMKG mengimbau warga untuk terus memantau pembaruan cuaca agar bisa menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lapangan. Perhatian ekstra dibutuhkan terutama bagi warga yang bepergian jauh, bekerja di luar ruangan, atau melintasi wilayah dengan kabut dan udara kabur.
Source: www.detik.com






