Justin Bieber mengambil pendekatan yang berbeda saat tampil di halftime show Final Piala Dunia FIFA 2026. Ketika panggung besar identik dengan koreografi dan produksi masif, ia memilih set ringkas dengan vokal serta gitar akustik.
Pilihan itu sekaligus menempatkan SKYLRK, label fesyen miliknya, sebagai bagian penting dari penampilan tersebut. Busana kasual yang dikenakannya membuat panggung olahraga dunia itu juga menjadi etalase bagi koleksi brand tersebut.
Bieber tampil di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026). Ia membuka penampilannya lewat gimik bersama karakter Ted Lasso sebelum membawakan lagu “Everything Hallelujah”.
Lagu tersebut berasal dari album Swag II yang dirilis pada 2025. Dengan iringan yang sederhana, perhatian penonton diarahkan pada suara Bieber alih-alih elemen panggung yang berlapis.
Kontras di tengah pertunjukan besar
Halftime show Final Piala Dunia FIFA 2026 juga menghadirkan Shakira, Madonna, dan BTS. Di antara nama-nama itu, Bieber mengambil jalur berbeda dengan format akustik yang jauh lebih minimalis.
Konsep tersebut berlawanan dengan suasana pertunjukan yang dipenuhi musik dance-pop, koreografi, dan tata panggung berskala besar. Namun, kesederhanaan set itu memberi ruang lebih besar bagi busana yang ia kenakan untuk terlihat jelas.
Menurut Vogue, sejumlah item yang dipakai Bieber berasal dari SKYLRK. Salah satu yang paling menonjol ialah kemeja hijau dekonstruksi yang dibuat khusus untuk penampilan tersebut.
| Item | Warna atau Model | Detail Penampilan |
|---|---|---|
| Kemeja | Hijau dekonstruksi | Dibuat khusus untuk panggung |
| Polo | Putih berkerah | Berpotongan longgar |
| Celana pendek | Denim oversized | Memperkuat gaya kasual Bieber |
| Kaus kaki | Putih bertekstur | Melengkapi tampilan santai |
| Sepatu kets | Krem, Matter Daddy | Model baru dari SKYLRK |
Busana kasual sebagai identitas panggung
Kemeja hijau tersebut dipadukan dengan polo putih berkerah berpotongan longgar. Bieber juga mengenakan celana pendek denim berukuran besar yang menjadi salah satu ciri gaya busananya.
Penampilannya dilengkapi kaus kaki putih bertekstur dan sepatu kets rendah berwarna krem. Sepatu itu merupakan Matter Daddy, model terbaru yang diperkenalkan SKYLRK pada akhir pekan yang sama.
Pilihan ini berbeda dari kostum panggung yang penuh ornamen dan kerap digunakan musisi dalam pertunjukan skala besar. Meski demikian, keseluruhan paduan busananya tetap membawa identitas SKYLRK ke hadapan audiens final turnamen tersebut.
Rangkaian aktivitas di New York
Penampilan di MetLife Stadium bukan satu-satunya kegiatan Bieber pada akhir pekan itu. Beberapa hari sebelumnya, ia membuka gerai pop-up eksklusif SKYLRK di New York.
Gerai tersebut menawarkan produk baru berupa pakaian, alas kaki, dan pengeras suara portabel. Kehadiran pop-up itu memperluas perhatian terhadap produk-produk yang juga ia tampilkan di panggung halftime.
Bieber juga membuat penampilan kejutan di Fanatics Fest dalam periode yang sama. Pada acara itu, ia membawakan lagu “Yukon” tanpa mengenakan atasan.
Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan musik, penampilan publik, dan produk SKYLRK dalam satu akhir pekan. Di Final Piala Dunia FIFA 2026, strategi itu tampil melalui set akustik singkat yang kontras dengan kemegahan panggung di sekelilingnya.
Source: www.cnbcindonesia.com






