
Jetour resmi membuka pra-penjualan Traveller Plus dan varian plug-in hybrid Traveller Plus C-DM di pasar China. Dua model ini langsung mencuri perhatian karena membawa desain SUV off-road yang tegas sekaligus teknologi elektrifikasi dengan jarak gabungan hingga 1.300 km.
Kehadiran model ini menyasar konsumen yang mencari SUV berkarakter kuat, tetapi tetap ingin efisiensi untuk penggunaan harian dan perjalanan jauh. Harga awalnya juga diposisikan agresif, mulai dari 189.900 yuan atau sekitar Rp470 juta.
Desain Boxy yang Tetap Menonjolkan Aura Petualang
Traveller Plus mempertahankan identitas visual keluarga Traveller dengan bodi kotak yang khas. Bentuk itu membuat tampilannya terlihat kokoh, maskulin, dan selaras dengan citra SUV off-road.
Secara ukuran, model ini juga lebih besar dari pendahulunya. Panjangnya mencapai 5.034 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm.
Peningkatan dimensi tersebut memberi kesan lebih berisi di jalan. Seluruh varian juga sudah memakai pelek matte 20 inci sebagai standar.
Kabin Dirancang Praktis dan Modern
Di bagian interior, Jetour memilih pendekatan fungsional dengan sentuhan modern. Kabin Traveller Plus dibekali panel instrumen digital 15,6 inci dan layar kontrol tengah berukuran besar yang terintegrasi.
Tata letak itu membantu pengemudi membaca informasi kendaraan dengan lebih jelas. Selain itu, opsi lima atau tujuh kursi membuat SUV ini fleksibel untuk kebutuhan keluarga maupun penumpang dalam jumlah lebih banyak.
Varian Bensin Mengandalkan Mesin 2.0TGDI
Traveller Plus versi konvensional menggunakan mesin 2.0TGDI yang dipadukan dengan transmisi 8AT. Mesin ini menghasilkan tenaga 187 kW atau 251 hp, serta torsi 390 Nm.
Jetour juga membekali model ini dengan penggerak empat roda cerdas XWD atau Full-time Intelligent 4WD. Sistem tersebut memakai pengelola torsi cerdas generasi keenam dari BorgWarner dan kunci diferensial slip-limited cerdas.
Kombinasi itu ditujukan untuk menjaga traksi tetap stabil di berbagai kondisi jalan. Dengan begitu, mobil ini tidak hanya tampil gagah, tetapi juga siap diajak ke medan yang lebih menantang.
Hybrid Plug-in Mencatat Output Besar
Bagi pengguna yang ingin efisiensi tanpa kehilangan performa, Jetour menawarkan Traveller Plus C-DM. Varian ini memakai sistem hybrid plug-in Kunpeng Super Performance Hybrid C-DM 1.5T dengan motor ganda.
Output gabungannya mencapai 455 kW atau 610 hp, dengan torsi 920 Nm. Angka itu menempatkan varian ini sebagai SUV hybrid yang tidak sekadar hemat, tetapi juga sangat bertenaga.
Jetour menyediakan beberapa pilihan jarak tempuh listrik murni pada varian C-DM. Berdasarkan standar CLTC, jaraknya tersedia 129 km, 211 km, atau 212 km, sedangkan jarak gabungannya bisa mencapai 1.300 km.
Harga Dibuat Kompetitif di Segmennya
Traveller Plus ditawarkan dalam dua varian dengan rentang harga 189.900–199.900 yuan, atau sekitar Rp470–495 juta. Sementara itu, Traveller Plus C-DM hadir dalam empat varian dengan harga 189.900–219.900 yuan, setara sekitar Rp470–545 juta.
Skema harga tersebut menempatkan model ini sebagai salah satu opsi yang menarik di segmen SUV off-road premium. Perpaduan desain boxy, kabin modern, kursi fleksibel, serta opsi hybrid berjangkauan jauh memberi daya tarik yang kuat di pasar yang makin kompetitif.
Kehadiran Traveller Plus dan C-DM di China memperlihatkan arah pengembangan Jetour yang semakin fokus pada SUV petualang berteknologi tinggi. Dengan bekal performa besar dan efisiensi jarak tempuh yang panjang, model ini menjadi salah satu penawaran paling menonjol di kelas SUV tangguh berorientasi premium.





