Jetour T2 Tembus 500.000 Unit, SUV Boxy Ini Makin Sulit Diabaikan

Author: Cung Media

Jetour T2 baru saja melewati ambang yang jarang dicapai SUV pendatang baru. Model berdesain kotak itu menembus penjualan lebih dari 500.000 unit hanya dalam 33 bulan sejak debutnya.

Angka tersebut menunjukkan ada permintaan kuat untuk SUV yang tidak hanya tampil gagah, tetapi juga membawa teknologi modern dan karakter serbaguna. Di lini Jetour, T2 kini menjadi salah satu nama paling penting di keluarga T-Series.

Tarikannya datang dari konsep light off-road

Secara lebih luas, performa T-Series ikut mengerek citra Jetour di pasar global. Hingga Mei 2026, total penjualannya sudah menembus 700.000 unit, memperlihatkan penerimaan pasar terhadap konsep light off-road yang diusung merek asal Wuhu, China, itu.

Karakter kokoh menjadi pembeda utama Jetour di segmen ini. Jetour memadukan kemampuan jelajah dengan fungsi harian di perkotaan agar produknya tetap relevan untuk kebutuhan mobilitas yang beragam.

Indonesia melihat peluang yang sama

Di Indonesia, capaian tersebut ikut mendapat respons dari Jetour Sales Indonesia. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyebut raihan 500.000 unit global sebagai bukti bahwa kendaraan dengan desain ikonik dan teknologi relevan semakin diminati di banyak pasar.

Ia juga menilai Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi pengembangan bisnis Jetour ke depan. Menurut dia, Jetour T2 berpeluang mendapat sambutan dari konsumen yang mencari SUV berkarakter untuk mendukung gaya hidup aktif dan eksploratif.

Mesin bensin, penggerak empat roda, dan mode off-road

Daya tarik T2 tidak berhenti pada bentuk bodinya. Varian mesin bensin memakai mesin 2.0T yang disalurkan melalui transmisi otomatis ke sistem penggerak empat roda cerdas XWD.

Jetour juga membekali model ini dengan mode berkendara eksklusif “7+X” One-Touch Off-Road Mode. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengendalian saat melibas medan berat dengan lebih praktis.

Ada opsi PHEV untuk kebutuhan yang berbeda

Selain versi konvensional, Jetour memperluas keluarga T-Series lewat i-DM. Lini Plug-in Hybrid Electric Vehicle ini memanfaatkan tenaga listrik murni untuk kondisi macet di kota.

Saat dipakai untuk perjalanan jauh atau medan ekstrem, sistem mesin konvensional dan multi-gear mengambil alih performa kendaraan. Skema ini memberi fleksibilitas lebih besar untuk kebutuhan harian sekaligus petualangan.

Kabin dibuat nyaman, fitur keselamatan lengkap

Di dalam kabin, Jetour T2 membawa layar sentuh pintar beresolusi tinggi, panoramic sunroof 64 inci, dan standar NVH yang disebut setara ruang perpustakaan. Kombinasi itu ditujukan untuk memberi pengalaman berkendara yang nyaman di berbagai kondisi.

Untuk keselamatan, mobil ini dilengkapi kamera 360 derajat, Adaptive Cruise Control, Autonomous Emergency Braking, dan enam airbags. Dengan paket itu, T2 tampil bukan hanya sebagai SUV bergaya tangguh, tetapi juga sebagai kendaraan yang menonjolkan perlindungan dan kemudahan berkendara.

Laris di sejumlah negara dan meraih penghargaan

Jetour menyebut ketahanan struktur bodi T2 sudah teruji dalam suhu ekstrem, mulai dari panas gurun Timur Tengah hingga beku ekstrem di Asia Utara. Ketahanan itu ikut mendukung posisinya sebagai pemimpin penjualan SUV boxy di sembilan negara, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir.

Model ini juga baru saja dinobatkan sebagai Car of the Year 2026 di Afrika Selatan. Dengan pencapaian global, ragam teknologi, dan rekam jejak pasar yang kuat, Jetour T2 terus mempertegas posisinya di segmen SUV bergaya off-road modern.

Source: www.oto.com
Terbaru