Jersei Retro Persebaya 2026 Menghidupkan Kembali Loyalitas Eri Irianto

Jersei pramusim Persebaya Surabaya untuk musim 2026/2027 membawa pesan yang melampaui pergantian tampilan tim. Desain retro yang dipilih menjadi penghormatan bagi almarhum Eri Irianto, sosok yang lekat dengan loyalitas kepada Green Force.

Produk ini akan menjadi bagian dari rangkaian jersei yang dipakai skuad Persebaya, termasuk untuk Piala Presiden 2026. Peluncurannya pada Kamis, 16 Juli 2026, sekaligus mengajak pendukung menengok kembali nilai perjuangan yang ditinggalkan sang legenda.

Memori Era 1998 hingga 2000

Jersei Pramusim Persebaya 2026 terinspirasi dari identitas visual klub pada era 1998 hingga 2000. Periode tersebut memiliki arti khusus karena Eri Irianto menjadi salah satu pilar tim Bajul Ijo.

Eri bermain sebagai gelandang bertahan Persebaya pada rentang 1998 sampai 2000. Ia dikenal memiliki permainan penuh determinasi, berani berduel, serta tidak mudah menyerah ketika membela tim.

InformasiDetail
Periode membela Persebaya1998 hingga 2000
PosisiGelandang bertahan
Inspirasi desain jerseiEra Persebaya 1998–2000
Makna utamaLoyalitas dan pengabdian Eri Irianto

Bagi bonek dan bonita, Eri bukan sekadar mantan pemain yang pernah mengenakan seragam Persebaya. Namanya dikenang sebagai figur yang mencurahkan tenaga, semangat, dan kecintaannya untuk klub asal Surabaya tersebut.

Perjalanan Eri bersama Persebaya berakhir pada 3 April 2000 dalam laga Divisi Utama melawan PSIM Yogyakarta. Saat pertandingan di Stadion Gelora 10 November Surabaya berlangsung, ia kolaps di lapangan sebelum kemudian meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Pesan di Balik Sentuhan Modern

Persebaya dan Aza tidak hanya menghidupkan kembali nuansa klasik melalui desain jersei tersebut. Material modern tetap digunakan agar produk terasa ringan dan nyaman dipakai dalam berbagai aktivitas.

Jersei ini juga dibekali teknologi quick dry dan anti-bau. Dengan karakter itu, produk dapat digunakan saat mendukung tim di stadion maupun dalam kegiatan sehari-hari.

Senior Manager Brand Aza dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa pemilihan desain lawas memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar nostalgia. Ia menyebut jersei ini sebagai medium untuk merawat ingatan mengenai perjuangan Eri Irianto.

“Jersei ini tidak hanya menghadirkan kembali desain klasik Persebaya. Kami ingin menghidupkan kembali memori tentang Eri Irianto, sosok yang menjadi simbol loyalitas dan pengabdian kepada klub,” ujar Hakim pada Kamis, 16 Juli 2026.

Hakim menilai perjalanan sebuah klub tidak semata dibangun oleh pencapaian di atas lapangan. Sosok-sosok yang meninggalkan nilai perjuangan juga menjadi bagian penting dari sejarah yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Trading Card untuk Mengenang Sang Legenda

Setiap pembelian jersei preseason Persebaya 2026 akan disertai trading card eksklusif bergambar Eri Irianto. Kartu koleksi itu menjadi bentuk penghormatan yang lebih personal bagi pendukung yang ingin menyimpan jejak sang gelandang.

Keberadaan trading card tersebut menegaskan bahwa semangat dan dedikasi Eri tetap menjadi bagian dari identitas Persebaya. Melalui jersei bernuansa retro ini, pesan tentang kesetiaan kepada lambang klub kembali ditempatkan di garis depan.

Source: www.beritasatu.com
Terkait